Data Penerima Belum Tuntas, Pemkab Wondama Belum Bisa Salurkan Bansos Covid-19

  • Whatsapp

WASIOR – Meskipun telah mengalokasikan anggaran untuk penanganan dampak Covid-19, Pemkab Teluk Wondama Papua Barat belum bisa menyalurkan bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat yang terdampak.

Pasalnya data penerima bansos sejauh ini masih belum tuntas. Instansi terkait masih melakukan sinkronisasi data.
Dalam rapat terkait bansos Covid-19, Rabu di Gedung Sasana Karya di Isei, Bupati Bernadus Imburi kembali mengingatkan jajarannya agar data penerima bansos harus akurat supaya bantuan yang disalurkan tepat sasaran.

“Jangan sampai data dobel jadi kepala distrik semua harus lihat baik-baik nama-nama ini supaya jangan sampai sudah dapat di sini nanti dapat lagi di bagian lain lagi, “ ujar Bupati.

Kepala Dinas Sosial Eka Wosiri menyampaikan, pihaknya telah melakukan pendataan terhadap beberapa kelompok masyarakat yang akan menerima bansos Covid-19. Antara lain Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Wasior, mama-mama penjual di Pelabuhan Wasior, tukang ojek juga sopir angkot dan pikap.

Baca Juga :   Tahun 2021, Dana Desa Kabupaten Manokwari Sebesar Rp 143,5 Milyar

“Kami sendiri sudah mengambil data dari organisasi mereka masing-masing, data awalnya sudah ada tinggal nanti dikroscek lagi oleh kepala distrik, “ ujar Eka.

Demikian pula dari Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan yang juga telah mempersiapkan data petani/petenark serta nelayan yang dinilai layak untuk menerima bansos Covid-19.

Sekretaris Daerah Denny Simbar mengharapkan instansi terkait termasuk kepala distrik dan lurah agar bersama-sama melakukan sinkronisasi data sehingga secepatnya didapatkan data penerima bansos yang valid untuk selanjutnya ditetapkan dalam SK kepala daerah.

“Data-data itu kalau nanti sudah mendekati akurat akan diolah oleh Dinas Kependudukan untuk pengecekan ada kegandaan atau tidak karena data yang kita gunakan berbasis NIK (nomor induk kependudukan), “ ujar Simbar.

Sekedar diketahui, Pemkab Teluk Wondama telah mengalokasikan anggaran mencapai Rp44,5 miliar untuk penanganan Covid-19, dimana 22,6 miliar diantaranya untuk penanganan dampak ekonomi serta jaringan pengaman sosial (bansos) bagi masyarakat terdampak. (Nday)

Baca Juga :   Hasil Pemeriksaan Kesehatan Pasangan A2 Dinyatakan Memenuhi Syarat

Pos terkait