Bupati Tana Toraja Kunjungi Warganya yang Mengungsi Akibat Tanah Retak

  • Whatsapp
Bupati Tana Toraja Kunjungi Warganya yang Mengungsi Akibat Tanah Retak

Tana Toraja Kabartimur.Com

Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae didampingi Kepala BNPB Alfian Andilolo dan Kepala Dinas Soaial Merianus Batara mengunjungi warganya yang mengungsi akibat tanah retak di Dusun To’aok Lembang Buri’ Kecamatan Rembon, Kamis (2/5/2019).

Data Kepala Lembang Buri’ melaporkan retakan pemukiman warga terjadi pada Selasa, 30/04/2019, dan sehari kemudian terjadi retakan semakin melebar dengan jumlah retakan bertambah.

Sehingga kejadian tanah retak di Dusun To’aok Lembang Buri’ Kecamatan Rembon ini mengakibatkan 37 Kepala Keluarga meninggalkan rumahnya untuk mencari tempat yang lebih aman.

Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae saat di wawancara langsung Kabartimur.Com di lokasi Pengungsian mengatakan kehadirannya di lokasi pengungsian untuk mengecek langsung kondisi/keamanan yang lagi resah terhadap peristiwa alam, dimana sebagian tanah disini mengalami retak-retak yang tidak beraturan,.

Oleh karena itu kebijakan pemerintah daerah melakukan tindakan-tindakan darurat yang dibantu oleh Kepala Lembang, Camt Rembon, Kapolsek Saluputti, Koramil dan seluruh masyarakat yang memiliki peduli terhadap sosial kemasyarakatan.

“Mengapa kita kumpulkan disini karena kita kuatir retak-retak yang terjadi Dusun To’aok Lembang Buri’ Kecamatan Rembon ini  semakin lebar karena kondisinya, tekstur tanahnya kita belum tau”, oleh karena itu kita mau kerja sama dengan Unhas untuk bagaimana melihat kondisi tanah yang sebenarnya, jelas Nico

Kami tidak mau ada kegelisahan dari rakyat apalagi yang namanya korban, oleh karena itu kami tugaskan kepala BNPB bersama Dinas Sosial disini untuk memberi spirit kepala rakyat,  untuk tetap bersama-sama dengan aparat Kecamatan, Polsek, Koramil untuk tetap menjaga ketentraman bagi rakyat.

Pemerintah daerah akan melakukan interpensi apabila kejadian ini menjadi akan lebih rawan, kita selamatkan manusianya.

Ditanya soal tempat pengungsian warga, Nico menjawab Pemerintah daerah juga bersama-sama dengan masyarakat lainnya menyiapkan tempat, kalau perlu ke rumah saya yang penting rakyat bisa aman.

Disini kan ada Gereja, Mesjid, Sekolah, yang penting amannya dulu, rakyat tidak gelisah, rakyat tidak resah, dan rakyat bisa hidup seperti biasa, jelas Nico. (titus)

Pos terkait