Buka Pekan Kebudayaan Daerah Wondama, Carnaval Budaya Nusantara di Wasior Meriah dan Penuh Warna

WASIOR – Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kabupaten Teluk Wondama resmi dibuka oleh Bupati Hendrik Mambor, Senin malam (28/11). Hajatan budaya itu diawali dengan carnaval budaya Nusantara yang berlangsung meriah.

Carnaval budaya nusantara diikuti oleh berbagai paguyuban daerah dari seluruh Indonesia yang ada di Kabupaten Teluk Wondama.

Antara lain dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Sulawesi Utara (KKSU), Sulawesi Tenggara (KKST), Ikatan Keluarga Batak, Flobamora (NTT), Ikatan Keluarga Jawa (IKJ) juga dari daerah Papua sendiri.

Carnaval diisi dengan pawai kendaraan hias yang menampilkan maskot maupun hal-hal unik dari setiap daerah.

Kemudian dilanjutkan dengan parade pakaian adat di mana masing-masing peserta menampilkan pakaian adat serta atribut khas daerah masing-masing.

Parade juga disemarakkan dengan atraksi seperti tari-tarian, marching band juga kesenian daerah lainnya.

Baca Juga :   Masih Banyak Kampung di Wondama Belum Lunasi Pajak Dana Desa

Beragam atraksi budaya itu menjadi hiburan gratis bagi warga kota Wasior dan sekitarnya yang menyambut dengan antusias di sepanjang rute yang dilalui hingga finis di Taman Masasoya Topai Wasior yang merupakan lokasi pelaksanaan PKD.

 

 

Bupati Hendrik Mambor bersama Wakil Bupati Andarias Kayukatuy melepas sekaligus menyambut langsung peserta carnaval budaya nusantara itu.

 

 

Menurut bupati, parade budaya dalam rangka pekan kebudayaan daerah yang melibatkan berbagai suku dan komunitas itu memperlihatkan warna-warni keberagamaan yang ada di Kabupaten Teluk Wondama.

Diharapkan melalui momen PKD tahun 2022 dapat terbangun kolaborasi di antara semua komunitas suku Nusantara bersama dengan warga lokal Wondama dan Pemda untuk menjaga dan melestarikan seni budaya terutama seni dan budaya lokal Kabupaten Teluk Wondama.

“Ini adalah bukti bahwa kita bersatu padu, saling berkolaborasi dalam melestarikan seni budaya Teluk Wondama, “pesan Mambor dalam sambutannya pada acara pembukaan.

Baca Juga :   Rumah Dinas di Perumahan Bumi Marina Manokwari Sejak 2014 Belum Dicatat Sebagai Aset Pemkab Wondama

Florianus Abo, peserta parade budaya dari paguyuban Flobamora, Provinsi NTT menyambut positif pelaksanaan PKD tahun 2022. Menurutnya PKD menjadi sarana yang baik untuk menunjukkan budaya dan tradisi asli masyarakat Teluk Wondama.

Sekaligus ruang bagi setiap komunitas daerah terutama dari luar Papua untuk memperkenalkan budaya dan tradisi masing-masing.

“Jadi kami dari Flobamora berharap di Wondama ini harus lebih banyak, lebih sering dibuat iven-iven budaya seperti ini. Supaya kita dari daerah lain bisa kenal budaya orang Wondama juga mereka bisa kenal kita punya budaya dan daerah-daerah lainnya, “kata Flori.

PKD yang berlangsung tiga hari diisi dengan beragam atraksi budaya juga kearifan lokal masyarakat asli Teluk Wondama. Diantaranya tampilan kesenian daerah berupa tarian adat, tarian kreasi, suling tambur juga cerita rakyat Wondama.

Beberapa tradisi asli seperti tokok sagu, pengolahan makanan tradisional dari buah hitam juga beberapa kearifan lokal dari suku-suku di Wondama akan turut ditampilkan.

Baca Juga :   Tingkatkan Kinerja Keuangan Desa, Dinas PMK Luncurkan Klinik Siskeudes

“Kami mengharapkan kegiatan ini yang berlangsung dari 28 sampai 30 November mampu menarik pengunjung,  “kata Yefta Siregar selaku Ketua Panitia. (Nday)

 

Pos terkait