Anggota DPRD Tana Toraja PAW

  • Whatsapp
  • Makale, kabartimur.com. Pergantian antar waktu (PAW) anggota DPRD Tana Toraja Alexander Pantan Rante Allo dari partai Demokrat, Selasa (13/9) digelar pada sidang paripurna istimewa dewan yang langsung dimpimpin oleh ketua Welem Sambolangi didampingi Wakil Ketua Andateas Tadan, dihadiri bupati Nicodemus Biringkanae, Wakil bupati Victor Datuan Batara, dan Sekda Enos Karoma bersama undangan lainnya.

Alexander Pantan Rante Allo mantan anggota DPRD Tana Toraja periode 2009-2014, kembali masuk didewan nenggantikan Victor Datuan Batara yang terpilih sebagai Wakil Bupati Tana Toraja, sehingga sampai saat ini fraksi Demokrat sudah cukup satu fraksi, dengan jumlah anggota dewan 28 orang dari 30 kursi tersedia.
Dan menjadi pertanyaan kapan PAW serupa dilakukan kepada dua kursi yang lowong dari partai Golkar dan Gerindra.

Kesempatan itu bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae mengatakan wujudkanlah gelombang pemerintahan yang memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, hubungan atau kordinasi dengan dewan secara holistik hendaknya lebih erat.

Karena itu sangat penting bagi pemerintah untuk melakukan perubahan yang tidak lepas dari peran anggota dewan melakukan fungsi pengawasan dan bajeting, sebab senyum dan tawa legislatif dengan eksekutif hendaknya memberikan nuansa baru, jelas Nico.

Ditambahkan Sekretaris dewan (Sekwan) Yohanis Napan,  PAW kepada Alexander Pantan Rante Allo didasari surat keputusan (SK) Gubernur Sulawesi Selatan No.1794/Vlll/tahun 2016.

Demikian pula surat Gubernur No.2222/X/tahun 2015 tanggal 15 Oktober 2015 karena Victor mencalonkan diri untuk Wakil Bupati Tana Toraja yang berpasangan dengan Nicodemus Biringkanae diusung partai Demokrat dan PKPI yang sekarang terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Tana Toraja periode 2016-2021.

Alexander Pantan Rante Allo, lanjut Yohanis Napan, selain resmi anggota dewan, juga anggota komisi dua dan anggota badan anggararan dewan.

Senada dengan ketua DPRD Welem Sambolangi, Alexander selama anggota dewan periode sebelumnya dikenal luwes dan getol memperjuangkan kepentingan masyarakat, terkhusus konstituennya, sehingga dengan masuknya kembali menjadi anggota dewan bagaikan anak ayam yang hilang telah kembali, singkat Welem (John Brahman).