Aksi Protes Terhadap Pengurus MUI manokwari, HMI Gelar Sholat Ashar Berjamaah Didepan Pintu Utama MUI

  • Whatsapp

MANOKWARI- Aksi moral Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manokwari yang melakukan protes terhadap pertemuan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Manokwari dengan agenda penjaringan bakal Calon Wakil Bupati Manokwari.

Aksi Sholat Ashar Berjamaah itu tentu bukan hal yang biasa, Aksi tersebut merupakan bentuk protes para kader hijau hitam manokwari terhadap pertemuan yang dianggap menciderai lembaga MUI dan Umat Islam di Manokwari Papua Barat.

“Kami menolak melaksanakan sholat di dalam, kami gelar sholat di depan masuk utama Kantor sebagai bentuk protes terhadap pertemuan yang digelar dan membahas penjaringan calon wakil bupati” Kata Samsudin Renuat yang menolak ajakan pengurus MUI Papua Barat agar menggelar sholat Ashar didalam ruangan yang di sediakan.

Sholat tersebut di pimpin salah satu pengurus MUI Papua Barat, Dr. Mulyadi Djaya yang juga merupakan Alumni HMI dengan Jamaah para kader HMI Cabang Manokwari.

Setelah sholat berjamaah yang digelar tidak memperhatikan protokol penanganan covid19 itu, para kader HMI kemudian melakukan orasi meminta Ketua MUI Papua Barat yang turut hadir dalam pertemuan Minggu 17 Mei 2020 dan Ketua MUI Manokwari agar di copot dari jabatan Ketua atau memundurkan diri.

“Kalau Pertemuan membahas penjaringan 3 orang bakal calon wakil bupati itu benar berdasarkan tujuan dan fungsi MUI silahkan dilanjutkan, tetapi kalau itu merupakan kesalahan, maka Ketua MUI PB dan Ketua MUI Manokwari harus mundur dari jabatan” Tegas Rusmanudin.

Sementara Pejabat Sementara Ketua HMI Cabang Manokwari, Rahmad Djaya dalam poin-poin pernyataan sikap mengatakan, Majelis Ulama Indonesia sebagai wadah musyawarah para ulama, zuman dan cendikiawan muslim mengayomi umat dan mengembangkan kehidupan Umat.

“Kami menuntut agar copot ketua MUI Papua Barat dan MUI Kabupaten Manokwari atas tindakan yang dilakukan karena menciderai marwah lembaga” kata Rahmad Djaya.

Pihaknya juga meminta agar Lembaga MUI baik ditingkat Provinsi maupun Kabupaten harus dibersihkan dari pengurus yang berlatar belakang Politisi.

“Pengurus atau anggota partai yang ada dalam kepengurusan MUI agar di copot, karena MUI harus bersih dari kepentingan Politik Praktis” tegasnya.

Meski demikian Rahmad menyayangkan sikap Ketua MUI Papua Barat yang berani hadir dalam pertemuan membahas penjaringan Cawabub waktu itu, tetapi ia tidak hadir saat para kader HMI melakukan aksi demo di depan gedung sekertariat MUI yang baru di dekat jalan assad desa jalan baru.

Wakil Sekertaris Majelis Ulama Indonesia MUI Papua Barat, Alfariz Labago yang ditunjuk mewakili Ketua MUI Papua Barat menerima para kader HMI berjanji akan menyampaikan aspirasi HMI kepada Ketua dan pengurus MUI agar ditindak lanjuti.

Meski demikian Alfariz juga berjanji akan mempertemukan Pimpinan MUI Papua Barat dan kabupaten Manokwari serta pimpinan Ormas islam yang hadir dalam pertemuan yang digelar di salah satu rumah makan di jalan merdeka agar berdialog dengan Kader HMI sehari setelah Lebaran Idul Fitri 1441 Masehi.

“Karena ade-ade ingin bertemu dan menyerahkan langsung pernyataan sikap kepada Ketua MUI, maka saya berjanji sehari setelah Idul Fitri akan kumpulkan Pimpinan MUI Papua Barat dan Kabupaten serta Pimpinan Ormas Islam yang hadir saat itu untuk berdialog memberikan penjelasan” Janji Alfariz Labago.

Setelah menyerahkan pernyataan sikap, para kader hijau hitam itu bubar dengan tertib.Aksi tersebut di hadiri oleh sekertaris MUI Papua Barat Nanang, Anggota DPRD Kabupaten Manokwari, Suryati, Ketua PW.Muhamadiyah Papua Barat Mulyadi Djaya dan dikawal aparat kepolisian.(AD)

Pos terkait