Wabup Indubri Ingin Pelajar Tanam Dua Pohon Setiap Bulan, yang Urus Izin Usaha Harus Tanam Lima Pohon Dulu

  • Whatsapp

WASIOR kabartimur.com- Wakil Bupati Teluk Wondama, Papua Barat Paulus Indubri berkeinginan menanam pohon menjadi sebuah kebiasaan umum yang dilakukan masyarakat dari berbagai kalangan maupun usia.

Orang nomor dua Pemkab Wondama ini percaya jika masyarakat gemar menanam pohon maka lingkungan hidup di Wondama akan terjaga. Dengan demikian potensi bencana seperti banjir, longsor hingga ancaman kekeringan akan bisa diminimalisir.

Menurut Indubri, menumbuhkan kebiasaan menanam pohon bisa dilakukan dengan cara-cara sederhana dan praktis. Misalnya dengan meminta pihak sekolah mulai dari SD hingga SLTA mewajibkan setiap siswa menanam minimal dua pohon setiap bulan.

Bisa juga dengan membuat ketentuan setiap warga yang akan mengurus surat-surat kependudukan seperti KTP, akta nikah, akta kelahiran dan lainnya harus membawa pohon kemudian menanam di tempat yang telah ditentukan.

“Kalau satu anak SD menanam dua pohon, SMP dan SMA dua pohon, terus kalau Dukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil ) orang yang mau urus surat nikah itu kasih jatah tanam 5 pohon. Yang datang mau minta tandatangan itu kasih jatah tanam 5 pohon dulu baru tandatangan, “ ujar Indubri.

“Ini hal sederhana dan praktis yang bisa dilakukan tanpa dipungut biaya. Bawa pohon datang ko tanam dulu baru saya tanda tangan ko punya surat, “ lanjut sewaktu membuka kegiatan penanaman pohon serentak dalam rangka Hari Menanam Indonesia di hutan kota di Manggurai, Wasior, baru-baru ini.

Alumnus SMA Negeri 01 Manokwari ini juga menginginkan ketentuan serupa juga diberlakukan sewaktu pengurusan izin usaha pada OPD terkait. Setiap yang datang mengurus izin diharuskan menanam pohon terlebih dahulu.

“Coba bayangkan kalau hari ini anak SD tanam 2 pohon, kalau ada 60 anak sekolah, bisa bayangkan, hutan konservasi yang ada ini akan kaya luar biasa, “ ucap Indubri.

Dia menekankan, menjaga kelestarian hutan termasuk melalui rehabilitasi hutan dan lahan yang telah rusak harus menjadi kesadaran bersama semua pihak di Wondama demi keberlangsungan hidup masyarakat saat ini maupun generasi berikutnya.

“Bukan tidak mungkin 10 tahun kemudian Wondama akan susah air. Sekarang panas baru satu minggu saja, air di (Kali) Manggurai, Ati, Rowi sudah makin kecil-kecil. Kalau tidak mulai dari sekarang maka cari air menjadi salah satu yang sulit, “ kata Indubri lagi.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Simson Samberi menyatakan keinginan Wakil Bupati agar menanam pohon sebagai kebiasaan di masyarakat merupakan bentuk komitmen menjaga kelestarian lingkungan hidup di Wondama.

Oleh karena itu kata Soni, demikian panggilan karibnya, Dinas LH siap mewujudnyatakan harapan tersebut antara lain dengan menggalakkan Sekolah Adiwiyata di setiap distrik. Adiwiyata sendiri bertujuan mewujudkan sekolah berbudaya lingkungan.

“Mulai tahun depan kita akan upayakan setiap siswa menanam satu pohon satu anak. dan itu akan dijalankan. Program Adiwiyata ini akan kita sosialisasikan ke 13 distrik. Kami komitmen untuk menindaklanjuti Wondama hijau, “ ujar Soni. (Nday)

Pos terkait