Tingkatkan Wawasan Mahasiswa S3 Ilmu Lingkungan Unipa Kuliah Keanekaragaman Hayati Tentang Ikan Purba

  • Whatsapp

MANOKWARI- Mahasiswa Program Pascasarjana Program Studi Doktoral (S3) Ilmu Lingkungan Unipa Manokwari, Kuliah Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas) bersama Dosen Tamu Kadarusman Ph.D, tentang Ikan Purba “Coelacanth” yang temukan pada perairan Raja Ampat.
Perkuliahan yang dilaksanakan pada Gedung pascasarjana Unipa Amban- Manokwari, Sabtu, (24/11).

Menurut Dosen Pengampu Mata Kuliah Dr. Ir. Richardo F. Tapilatu, M.Sc menjelaskan bahwa dengan menghadirkan dosen tamu asal Politeknik Perikanan dan Kelautan Sorong yang juga selaku peneliti atas temuan ikan purba tersebut, tentunya dalam mata kuliah biodiversitas dapat turut memperlengkapi pembahasan khususnya terkait adanya temuan ikan purba “Coelacanth” sehingga memperkaya wawasan mahasiswa terhadap keanekaragaman hayati perairan Papua Barat maupun Indonesia serta memotivasi mahasiswa tentang pentingnya pelestarian dan pengelolaan keanekaragaman hayati perairan yang berkelanjutan.

Kadarusman (seorang dosen dan peneliti yang mendapatkan rekor MURI atas jasanya) menjelaskan, bahwa penelitiannya terhadap penemuan ikan Purba “Coelacanth” Latimeria menadoensis oleh seorang Marinir bernama Daya Santoso di Perairan Raja Ampat di awal bulan Juli 2018 merupakan jenis yang serupa berada di Manado, Biak dan Afrika.

Ikan purba coelacanth dengan Genus Latimeria, Famili Latimeriidae, Ordo Coelacanthiformes, Kelas Sarcopterygii, Phylum Chordata, yang hidup sekitar umur 80-100 tahun dengan habitat perairan dalam sekitar 90-200 meter menambah kasanah penyebaran ikan purba di Indonesia dan menambah koleksi ruang museum Natural History di Perancis.

Disamping itu, Jenis Ikan Rainbows Melanotaenia fasinensis, ditemukan di sungai Fasin, Kampung Ween, gugusan kali Kladuk, 25 km sebelah barat danau Ayamaru, Kabupaten Sorong Selatan-Papua Barat.

Menurut Kadarusman, berdasarkan riset yang dilakukan bahwa keberadaan nenek moyang dari jenis ikan Rainbows ini berada di Kaimana. Saat ini dengan 15 jenis spesies Rainbows telah dilakukan domestikasi sebanyak 25 spesies, dan telah dibudidaya oleh mahasiswanya maupun masyarakat di tanah Papua untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Dirinya berharap dengan Potensi Keanekaragaman hayati Perairan Indonesia khususnya Tanah papua yang dimiliki saat ini , yaitu sebesar 14% ikan dunia yang berada di Indonesia, dan 10 ribu spesies (1,7 ribu yang teridentifikasi), serta 10% berada di Papua dan Papua Nugini dengan 2,422 spesies di laut Papua, artinya bahwa 10% Biodiversitas atau keanekaragaman hayati di Indonesia sebesar 50% berada di tanah Papua yang menjamin masa depan lebih baik, sehingga perlu dimanfaatkan dan dikelola secara baik.

Rektor Unipa, Jacob Manusawai, atas nama Civitas Academika menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Pihak Program pascasarjana serta kreativitas Staf Dosen dalam pengembangan dan kolaborasi ilmu pengetahuan kepada mahasiswa unipa serta kualitas pendidikan khususnya Program pascasarjana sehingga setelah selesai studi diharapkan sebagai pengambilan kebijakan dalam upaya pembangunan berkelanjutan di tanah Papua.

“Hal ini sangat baik, sehingga kedepan kolaborasi seperti ini terus ditingkatkan untuk menambah wawasan dan meningkatkan mutu pendidikan di Unipa khususnya Program Pascasarjana S3 Ilmu Lingkungan, dan dalam waktu dekat saya juga akan mendatangkan auditor penulisan Jurnal dari kemenristekdikti sehingga dapat membagi ilmunya bersama-sama di sini” jelas Manusawai.

Mewakili mahasiswa Program S3 Ilmu Lingkungan Unipa, Yohanes Ada Lebang, yang juga selaku Sekretaris Jendral DPP. Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unipa mengapresiasi perkuliahan yang dilaksanakan dengan memotivasi mahasiswa dalam pengambilan keputusan nantinya, khususnya untuk memproteksi pembangunan seutuhnya dengan melakukan konservasi sumberdaya alam dan lingkungan menyangkut keanekaragaman hayati baik perairan maupun daratan.

Dalam upaya tersebut, tanggungjawab semua pihak khususnya pemerintah daerah agar terus berkomitmen, bermitra dan membuka diri dengan para akademisi di Tanah Papua dalam penentuan kebijakan program-program kegiatan kelembagaan/intansi untuk meningkatkan pendapatan keluarga dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada menuju kesejahteraan melalui pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.(JL)

Pos terkait