Tahun 2020, Jaringan Sudah Masuk Diseluruh Wilayah Manokwari

  • Whatsapp

MANOKWARI-Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kemkominfo optimistis mampu memenuhi target penyelesaian konstruksi fisik Palapa Ring Paket Timur.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Layanan TI untuk Masyarakat dan Pemerintah Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Danny Januar pada Jumat (21/12) di kampung Petrus Kafiar saat memperkenalkan program tersebut kepada pemda Manokwari.

“Saat ini progres pembangunan fisik Palapa Ring Paket Timur sudah mencapai 87,03% dari target. Paket Timur ini paling menantang dibandingkan dua paket lain. Namun, kami optimistis dapat memenuhi target penyelesaian. Untuk itu, BAKTI proaktif berkomunikasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memenuhi target tersebut,” ujarnya.

Danny merinci kendala yang dihadapi dalam penggelaran kabel serat optik palapa ring di darat, banyak bersinggungan dengan proyek pembangunan infrastruktur lainnya. Ditambah adanya permasalahan keamanan di salah satu kabupaten lokasi pembangunan.

Kemudian izin lingkungan area konservasi yang belum terbit di Laut Sawu, Selat Pantar, Taman Nasional Lorentz, dan Teluk Cendrawasih.Terakhir, keterbatasan ketersediaan penyediaan helikopter yang memiliki kemampuan external load untuk pengangkutan material tower dan microwave untuk pembangunan jaringan palapa ring di daerah pegunungan.

Dketahui, Palapa Ring Timur menghubungkan 35 kabupaten-kota dari Kota Baa di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur hingga ke Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.

Khusus untuk Papua Barat terdapat tujuh kabupaten/kota yang akan terhubung serat optik yakni dari Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, hingga Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak. 

Disebutkan, Total panjang paket ini 6.878 km terdiri dari 4452 km jaringan laut, 2452 km jaringan darat, dan microwave sebanyak 59 hops. Paling panjang dan menantang, sekaligus membutuhkan dana paling besar.  

Sementara itu, pemda Manokwari yang diwakili oleh sekda Aljabar Makatita berharap agar seluruh distrik di Manokwari sudah terjangkau jaringan.

“Dalam kawasan Kota Manokwari masih banyak distrik yang kondisi signalnya belum begitu baik yaitu distrik Tanah Rubuh, Manokwari Utara, Masni dan distrik Sidey. Kami berharap sebelum tahun 2020 semua titik- titik blogspot sudah dapat dijangkau” ujar Makatita.

Menurutnya, telekomunikasi dan informatika harus diletakkan dalam konteks pemerataan dalam pengertian kewilayahan sehingga bangsa ini dapat bangkit bersama-sama dalam kerangka kebangsaan Indonesia yang melek teknologi.

Selain itu dengan potensi kearifan lokal yang ada menjadi nilai tambah bagi pengembangan daerah dengan didukung jaringan informasi dan Telekomunikasi yang layak  dapat memberikan nilai tambah bagi pembangunan di Kabupaten Manokwari.

Proyek Palapa Ring merupakan salah satu upaya pemerintah dalam membangun ketersediaan layanan jaringan serat optik sebagai tulang punggung bagi sistem telekomunikasi nasional yang menghubungkan seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

Ketika proyek Palapa Ring sukses, masyarakat dapat menikmati kecepatan akses data yang lebih merata. Musababnya, kesenjangan kecepatan pengunduhan data di Jakarta mencapai 7 megabit per detik, sedangkan di wilayah luar tengah hanya 300 kilobyte per detik.(Tqa)

Pos terkait