Sukses Digelar dan Jadi Agenda Tahunan, Festival Diharapkan Mampu Akomodir Komunitas di Papua Barat

  • Whatsapp

MANOKWARI, Kabartimur.com- Festival Pertama Tanaman Hias yang dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan DLHP kabupaten Manokwari bekerjasama dengan Komunitas Pecinta Tanaman Hias Papua Barat sukses digelar dan resmi ditutup oleh kepala DLHP Manokwari Jon Sraun yang ditandai dengan pengumuman hasil lomba dan penyerahan piagam dan uang pembinaan kepada peserta yang mendapatkan juara dalam lomba tanaman Hias , Sabtu (18/6/2022).

Kepala DLHP , Jon Sraun menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada panitia festival yang telah melaksanakan festival Pertama dan telah diagendakan oleh bupati Manokwari untuk menjadi ivent tahunan.

“Atas dukungan bupati Manokwari , kegiatan ini akan berlanjut dan menjadi agenda rutin setiap tahunnya sehingga diharapkan partisipasi dan dukungan semua pihak karena pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan semua pihak” harap Sraun.

Bacaan Lainnya

Lanjut Sraun, bahwa untuk lebih memaksimalkan kegiatan diketahui khalayak luas sosialisasi harus lebih ditingkatkan sehingga saat kegiatan festival digelar banyak yang terlibat dan ikut memeriahkan festival nantinya.

Sraun menyampaikan ucapan selamat kepada panitia pelaksana yang telah sukses melaksanakan festival dan berjalan dengan baik.
“Kegiatan ini sangat positif selain mencari tambahan penghasilan keluarga kegiatan ini juga berdampak terhadap kepedulian untuk menjaga lingkungan” ucapnya.

Sraun berharap agar festival yang dilaksanakan kedepannya menjadi lebih baik dan melibatkan komunitas lebih banyak.

Sraun menambahkan agar festival mendatang Tanaman yang dipajang di pameran diberikan nama sesuai jenis tanaman dan harga Tanaman tersebut untuk mempermudah masyarakat mengetahuinya.

Sementara itu, ketua pelaksana kegiatan Johanes Ada’ Lebang menyampaikan bahwa kegiatan festival yang dilaksanakan cukup mendadak karena digelar di momen Hari lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati tanggal 5 Juli setiap tahunnya.

Lebang berharap segala kekurangan yang terjadi akan menjadi motivasi di ivent berikutnya dan semua masukan aspirasi selama pelaksanaan akan menjadi evaluasi menjadikan ivent festival berikutnya lebih baik.

Lebang menyebut sejumlah kegiatan yang direncanakan diajang festival tidak semuanya dilaksanakan karena sebagian pameran Mitra belum siap, namun sejumlah kegiatan tidak kalah menarik dilaksanakan untuk memeriahkan festival seperti lomba mewarnai , menggambar yang disponsori langsung komunitas Rumah Cuppang berhasil menarik antusias anak-anak untuk terlibat.

Selain itu juga ada lomba fotografi, lomba video, lomba tanaman hias serta diskusi bersama sejumlah komunitas dan dari hasil diskusi tersebut terdata 44 komunitas sepakat untuk membentuk forum komunitas peduli lingkungan yang diharapkan bisa bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Manokwari secara khusus di bidang persampahan dan bagaimana pemerintah mendukung aktivitas komunitas dalam menjalankan perannya masing-masing.

Lebang menyebut, Festival yang akan datang lebih ditingkatkan dan program Pemerintah daerah telah disetujui menjadi festival kedua dan Pemerintah akan mendukung dengan menyediakan lahan bagi komunitas ini hadir untuk melakukan pembinaan kedepannya.

“Siapapun pelaksana kegiatan nantinya Semoga festival lebih baik dari hari ini dengan semangat dan kolaborasi bersama dengan bentuk kegiatan yang lebih baik dan bisa menghadirkan para pakar untuk melihat persoalan tanaman hias endemik. Endemik jadi prioritas merupakan hal utama, karena memiliki potensi yang sangat membanggakan sehingga menjadi perhatian serius untuk dijaga dan dilestarikan” harap Lebang. (Red/VR)