Staf Khusus Jokowi Temui Wagub Papua Barat

  • Whatsapp

MANOKWARI_Staff Khusus Presiden Joko Widodo, Lenis Kogoya usai pertemuan dengan Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani dan Ketua Pelindo IV Cabang Manokwari dalam rangka Meninjau Tol Laut dan Subsidi BBM di Papua dan Papua Barat di Mansinam Beach Hotel Manokwari, Selasa (03/10)

Lenis Kogoya mengklaim bahwa Presiden Joko Widodo sudah masuk ke Papua dan bertemu kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM), bahkan mereka sudah memasuki tempat rawan markas OPM di sana. Kogoya mengklaim bahwa presiden tidak pernah takut kepada siapa pun, kecuali takut kepada Tuhan.

Lenis Kogoya menjelaskan, membangun Papua bukan dengan cara kekerasan, namun dengan hati. Menyangkut ideologi dan isu Papua lainnya, kata Lenis Kogoya, Papua sudah merdeka dalam berbagai hal, misalnya pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Sementara kalau bicara tentang Papua merdeka, hal itu ada di tangan Tuhan.

Baca Juga :   JUMPA PERS, WABUP EKSPOSE CAPAIAN PEMKAB KEP. SELAYAR SELAMA TIGA TAHUN

Untuk itulah setiap persoalan di Tanah Papua jangan dilihat dari sisi negatif namun dilihat dari segala sisi yang positif. Ditanya tentang isu petisi yang masuk ke PBB, awalnya Kogoya mengaku tidak bisa berbicara karena sangat sensitif namun sebagai anak Papua dan kepala suku Papua, ia pun harus angkat bicara.

Katanya, Gubernur orang Papua, bupati orang Papua dan semuanya Papua. Kemudian keamanan dan isu Papua di daerah Papua Barat sangat baik dan masih aman. Menurutnya, Papua terbilang masih perlu pendekatan kepada kelompok organisasi Papua agar merubah pikiran untuk membangun Papua.

Padahal orang Papua sendiri yang akan membangun Papua ini, sedangkan berbicara tentang Papua merdeka sudah sejak 1977 dan sampai sekarang belum selesai. Menurutnya, bicara Papua Merdeka hanya membuang energi saja. Ia sarankan untuk lebih baik semua kalangan khususnya mahasiswa di Tanah Papua berpikir baik untuk memiliki ilmu yang benar dan sekolah yang benar.

Baca Juga :   Pernyataan Sikap PWI Pusat atas insiden Penggerudukan dan Kekerasan atas Kantor Redaksi Radar Bogor

Pendidikan orang Papua perlu ditingkatkan agar kembangkan daerahnya sendiri, karena itulah perlu pengembangan sumberdaya manusia Papua. “Papua Merdeka ada di tangan Tuhan,” ucapnya

Untuk itu, lanjutnya, pikiran Papua merdeka harus dijauhkan dan fokuskan pikiran untuk membangun Papua dengan kekayaan sumber alam yang ada saat ini dimiliki. “isu-isu yang masuk ke Papua jangan dengar dan Papua Barat jangan terpengaruh, sebab Papua Barat sudah aman dan tertib, maka dipertahankan,” ucap Lenis Kogoya kepada sejumlah wartawan, Selasa malam.

Bagi Lenis Kogoya, OPM di Papua sudah tidak ada dan masalah OPM semuanya adalah orangtua dan keluarganya. Misalnya Tabuni dan Kogoya yang dikatakan pemimpin OPM, jelas dia, sudah tidak ada lagi. Bahkan isu penembakan OPM di daerah Papua sudah tidak ada lagi.

“Sekarang ada konsep yang kita pake yakni kalau orang asli Papua tidak bangun Papua dengan hati berarti dia bukan orang Papua. Namun orang Jawa yang bangun Papua dengan hati, maka dialah orang asli Papua,” tutup Lenis Kogoya.

Baca Juga :   Dominggus Mandacan: Stop Sampai di Situ, Stop Pembakaran, Orang Ketawai Kita

Pos terkait