SMP Nanggala Minim Fasilitas tapi Sarat Prestasi

  • Whatsapp

TORAJA UTARA-Meraih prestasi, di Desa bukan menjadi halangan bagi Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Nanggala Kecamatan Nanggala.

Kendati terbilang,”miskin fasilitas”,sekolah yang pimpinan Efrain T.Allositandi,S.Pd.MM, tidak menyurutkan niatnya membawa sekolah tersebut unggul dalam prestasi.

Terbukti, dalam lomba cipta lagu yang dilaksanakan oleh Provinsi Sulawesi Selatan (Sul-Sel) belum lama ini SMPN 1 Nanggala dibawah anak asuh Efrain keluar sebagai juara pertama tingkat SMP Sul-Sel.

“Minim fasilitas dan berada di Desa bukan berarti menghalangi sekolah ini tidak berprestasi. Justru kita perlihatkan, di Desa kita tidak kalah bersaing dengan sekolah yang berada di Kota,”ungkapnya, baru baru ini diruang kerjanya.

Kepsek yang juga salah seorang seniman vokalis lagu-lagu khas daerah Toraja ini bertekad untuk menciptakan siswa SMPN1menegakkan disiplin dalam pembelajaran baik para siswa maupun para guru guru pengajar kendati sekolah SMPN 1Nanggala terketak jauh dari ibu kota Kabupaten namun dalam bidang pembelajaran tidak kalah dengan sekolah yang ada di kota. Namun demikian sekolah SMPN1 Nanggala ini masih banyak kekurangan seperti sekolah ini belum memiliki pagar, dan masih banyak lagi kekurangan yang ada pada sekolah ini, tetapi ini tidak menghalangi niatnya untuk menciptakan siswa yang berkarakter dan memiliki disiplin.

“Sekolah ini dilihat dari sarana dan prasarana serba minim, tapi bagi kami hal itu tidak menjadi halangan untuk menciptakan siswa berprestasi dan memiliki disiplin,”jelasnya lagi.

Fisik bangunan, sarana pendidikan masih jauh dari harapan bahkan ada beberapa fisik bangunan sekolah tersebut perlu mendapat sentuhan pembangunan dari Pemerintah.

“Kita juga tidak bisa menuntut Pemerintah terlalu banyak, terkait fisik gedung sekolah ini banyak yang tidak layak. Namun tetap kita berharap ada perhatian Pemerintah,”ungkapnya.

Ruang belajar saat ini secara permanen baru 8 kelas 1difungsikan untuk ruang komputer, padahal yang mereka butuh kan 9 kelas dengan jumlah siswa 400 ratusan siswa lebih.

Perlu diketahui, sekolah dengan geografis lokasi tidak rata. Akibatnya, beberapa lokasi di harus di talut sementara anggaran tidak ada untuk pembangunan itu.

“Berbagai upaya kita tempuh, mengingat jika tidak di talut dikwatirkan terkena longsor. Lewat partisipasi orang tua siswa, dengan anggaran terbatas kita Talut secara bertahap,”jelas Efrain.

Pada akhir wawancaranya dengan wartawan media ini, hal yang sangat mendesak dibutuhkan saat ini, penambahan Ruang Kelas Belajar (RKB) 3 kelas.”Ini usul kami sama Pemerintah, mudah-mudahan apa yang kita usulkan sesuai kebutuhan sekolah diwujudkan oleh Pemerintah,”kuncinya.(John Brahman).
Terkirim dari Samsung Mobile