Sisi Lain Bupati Bernadus Imburi : Sederhana, Apa Adanya dan Penggemar Sayur Gedi

  • Whatsapp

WASIOR – Sederhana dan merakyat. Demikian kesan yang selama ini melekat pada Bupati Teluk Wondama Bernadus Imburi. Orang nomor satu Wondama itu selalu tampil apa adanya. Dia tak suka dilayani secara berlebihan.

Sebagai kepala daerah, Imburi juga dikenal sosok yang ramah. Ia tidak kaku dengan aturan keprotokoleran yang membuatnya berjarak dengan rakyat. Sebaliknya, dia selalu menyempatkan diri untuk menyapa masyakat di sela-sela acara resmi.

Tidak sekedar bersalaman, Imburi biasanya memilih menghabiskan beberapa saat untuk bercerita dengan warga sembari makan pinang bersama. Dia terbiasa bercengkrama dan tertawa bersama masyarakat dari segala lapisan layaknya seorang saudara yang lama tidak berjumpa dengan keluarganya.

Kesan itupula yang tergambar sewaktu bupati mengundang kabartimur.com bersama sejumlah pejabat Pemkab Wondama dan staf makan siang bersamanya di kediaman dinas di Manggurai, Sabtu.

Ketika itu, bupati baru saja usai melakukan peninjauan ke Kali Anggris di kota Wasior yang mengalami banjir akibat hujan deras yang terjadi pada Jumat malam.

“Bapak tidak biasa makan7 sendiri. Harus sama-sama. Itu sudah jadi kebiasaan sejak dulu. Mungkin karena dulu itu kitorang makan papeda jadi satu loyang baru semua saudara duduk makan sama-sama jadi terbawa terus sampai sekarang, “ ujar bupati membuka pembicaraan saat kabartimur.com bersama beberapa pejabat lainnya masuk ke ruang makan.

“Mari makan. Makanan ini begini saja jadi dong makan apa adanya saja, “ lanjut orang nomor satu Wondama ini.
Di meja makan tampak tersaji satu mangkuk sup ikan laut segar. Di sebelahnya ada dua piring ikan bakar. Adapula sayur sop daun bayam merah serta terong cincang tumis. Tersedia palu satu mangkuk sop daun gedi.

“Silahkan ambil. Ini ikan baru satu kali mati (ikan segar), “ ujar Bupati kepada kabartimur.com, Kabag Umum dan Perlengkapan Julius Korowa, Kasie Informasi Publik Dinas Kominfo Saharudin dan Staf honorer Dinas Kominfo Roy Marupey yang duduk satu meja dengan dirinya.

Kami lalu makan bersama diawali dengan doa. Sang isteri Ny.Merlin Lekito menjadi pelayan kami. Dia mengantarkan nasi kemudian membawakan satu mangkuk kecil sambal pedas sebagai pasangan ikan bakar.

Sembari makan, bupati bercerita banyak hal. Mulai dari banjir di Kali Anggris, kisahnya semasa masih bertugas sebagai pejabat di Provinsi Papua Barat hingga keberhasilan Pemkab Wondama meraih nilai SAKIP B sehingga mendapatkan penghargaan dari MenPANRB di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Kurang lebih 30 menit lamanya kami menghabiskan makan siang bersama dalam suasana santai nan sederhana itu. Sebagai menu penutup, bupati menyantap sup sayur gedi. Sayur dengan nama latin Hibiscus manihot itu rupanya sudah menjadi sayur kesukaan bupati sejak kecil.

“Ini sayur obat, “ ucap Bupati.
Makan bersama satu meja dengan bupati rupanya menghadirkan kesan tersendiri bagi Kabag Umum dan Perlengkapan Julius Korowa, Kasie Informasi Publik Saharudin dan Staf Honorer Dinas Kominfo Roy Marupaey.

“Ini pertama kali saya makan satu meja dengan seorang kepala daerah, “ ucap Julius yang juga dibenarkan Saharudin dan Roy.

Kami berempat menjadi saksi kesederhanaan seorang Bernadus Imburi. Sungguh, pemimpin yang merakyat dan bersahaja. Terima kasih bapak Bupati atas jamuan makan siangnya. (Nday)

Pos terkait