Relawan PMI Bersihkan Dermaga Wasior dari Lumpur Tebal Akibat Banjir

  • Whatsapp

MANOKWARI – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Papua Barat bersama pengurus PMI Teluk Wondama, Kamis, melakukan kerja bakti bersama membersihkan dermaga Wasior dari tumpukan lumpur akibat banjir yang melanda kota Wasior pada 23 Desember lalu.

Menggunakan truk tangki air, relawan PMI dibantu komunitas masyarakat dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Teluk Wondama juga staf BPBD setempat melakukan penyemprotan lumpur tebal juga material bawaan banjir lainnya yang masih menempel di areal dermaga.

Krisnandi, Koordinator Tim PMI Papua Barat untuk bencana banjir Wasior mengatakan, pihaknya memprioritaskan sarana dan prasarana publik termasuk pelabuhan Wasior karena berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat luas.

“Kita utamakan pelabuhan karena merupakan objek vital dan fasilitas publik yang untuk pelayanan kepada masyarakat. Dan memang sampai hari ini masih banyak lumpur dan material lain yang ada sehingga bisa menghambat aktivitas masyarakat di pelabuhan, “ jelas Krisnandi dihubungi via telepon dari Manokwari.

“Kita juga masih melakukan pendataan di lapangan untuk mengetahui kegiatan lanjutan apa yang perlu kita lakukan. Prinsipnya, kita mensupport, membantu Pemda, “ lanjut Krisnandi yang datang ke Wasior bersama salah satu rekannya.

Rais Rasyid, pengurus KKSS Teluk Wondama mengatakan, pihaknya terpanggil untuk ikut ambil bagian dalam kerja bakti membersihkan dermaga karena merupakan fasilitas publik yang penting terutama untuk kelancaran keluar masuk manusia maupun barang.

“Sebagai orang Wondama sudah sepatutnya kita semua berperan membantu mengatasi musibah yang sedang menimpa daerah ini. Salah satu caranya dengan terlibat dalam kerja bakti membersihkan fasilitas publik yang terdampak banjir, “ ucap Rais juga melalui telepon.

Sekedar diketahui, banjir pada 23 Desember lalu telah mengakibatkan sedikitnya 66 bangunan milik warga dan fasilitas pemerintah juga sarana publik terdampak. Sebagian besar bangunan mengalami rusak ringan hingga berat karena terendam banjir dan tertimbun lumpur tebal.

Pemkab Teluk Wondama telah menetapkan 7 hari masa tanggap darurat yang berakhir pada 30 Desember dan selanjutnya diberlakukan masa transisi darurat selama 14 hari hingga 13 Januari mendatang. (Nday)

Pos terkait