Program BSPS di kabupaten SorongTahun 2020 Diprioritaskan Bagi Orang Asli Papua

  • Whatsapp

SORONG – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk tahun 2020 kabupaten Sorong mendapat jatah kuota sebesar 550 unit ditambah dengan KL sebesar 120 sehingga totalnya mencapai 670 dengan tahapan yang sudah di lakukan yakni verifikasi, validasi, serta proses pembukaan buku tabungan.

Hal tersebut diungkapkan kepala dinas Sosial kabupaten Sorong, Amatus Turot, S.Hut, M.Si di ruang kerjanya. Rabu (19/08)

Menurutnya, tahapan yang sedang diakukan saat ini yaitu pemilihan toko secara terbuka dimana mekanisme yang dilakukan berjalan dengan baik dan tim teknis yang dibentuk melibatkan pihak Distrik dan kelurahan.

” Sebelum melakukan pemilihan toko kita harus melakukan sosialisasi sehingga para pemilik toko betul betul tahu tentang mekanisme, ada syarat-syarat yang harus terpenuhi misalnya seperti SIUP surat izin usahanya yang masih aktif sampai saat ini” ujar Amatus Turot.

Dijelaskan Amatus Turot bahwa mekanisme pemilihan toko nantinya adalah Masyarakat calon penerima bantuan CPB dengan nominal bantuan ini sebesar Rp. 21 juta , 16 juta yang diperuntukkan untuk pembelian bahan bangunan, sedangkan 5 juta untuk biaya upah tukang.

Program BSPS ini merupakan bagian dari swadaya bersama yang akan di kerjakan oleh masyarakat sendiri sampai proses pekerjaan mencapai 30% baru akan di cairkan Rp. 2.500.000 untuk tahap pertama, sedangkan tahap keduanya lagi akan di cairkan Rp 2.500.000 setelah pekerjaan tersebut benar-benar sudah selesai.

Amatus Turot menyebut bahwa saat ini ada Distrik yang sudah selesai tahapan pemilihan toko dan rencana hari Senin akan melakukan rapat kordinasi bersama beberapa pemilik toko dan hari Kamis secara simbolis pihaknya akan menyerahkan bantuan di kelurahan Klaigit.

Sedangkan jumlah Distrik yang akan mendapatkan bantuan BSPS yaitu Distrik Mayamuk, Salawati, Aimas, Mariat, Wemak dan Klawak.

“Kami juga mengupayakan penambahan 260 unit bantuan BSPS tetapi masih dalam proses pengusulan.”tuturnya.

Disampaikan Amatus Turot mengenai kendala yang di hadapi dalam penanganan program BSPS yaitu masalah edukasi atau sosialisasi ke masyarakat karena selama ini masyarakat sering di bantu oleh program BSPS namun harus memberi sosialisasi yang memenuhi kriteria, minimal kapling rumah yang sudah ada rangka bangunan atau pondasi tetapu jika masih 0% berarti tidak bisa karena tidak memenuhi kriteria masuk dalam program BSPS.

Program BSPS tahun 2020 ini untuk kuota Kabupaten Sorong di perioritas bagi masyarakat asli Papua terutama masyarakat asli suku Moi karena merupakan bagian dari program afirmasi.

“Kalau masyarakat Moi yang rumahnya tidak memenuhi syarat berarti yang bersangkutan tidak bisa mendapatkan bantuan dan bantuan tersebut akan di berikan kepada orang asli Papua dari suku lain, karena kami kerja berdasarkan kriteria dan aturan dari program BSPS, karena jalur afirmasi ini sangat penting dan ini kesempatan bagi orang asli Papua” Ujarnya.

Amatus Turot menghimbau masyarakat orang asli Papua melalui program BSPS agar bisa dimanfaatkan dengan baik.(Jefry/Red)

Pos terkait