DAP Sumbang BAMA Bagi Sampari Penderita Penyakit Hidrosefalus

  • Whatsapp

MANOKWARI- Sebagai bentuk keprihatinan dan ikut meringankan beban keluarga Sampari Yembise penderita penyakit Hidrosefalus, Dewan Adat Papua (DAP) menyumbang Bahan Makanan (BAMA) bergizi.

Ketua DAP Wilayah III Doberay, Mananwir Paul Finsen Mayor, menyebut bahwa pihaknya menyumbangkan berbagai Makanan dan Minuman Bergizi Bagi Sampari Yembise berserta beberapa obat yang dibutuhkam untuk meningkatkan Gizi karena ada kemungkinan Sampari diindikasikan terkena Gizi Buruk.

Bacaan Lainnya

Finsen mengaku bhawa dengan kondisi yang dialami oleh Anak Sampari, pihaknya akan melakukan pendampingan sampai ada proses pengobatan bagi Sampari Yembise.

Sampari Yembise adalah Anak dari Johan Yembise yang tinggal di Jalan Arowi 1, Kabupaten Manokwari. Usia Sampari Yembise menginjak 18 tahun dan sejak lahir belum mengalami ciri-ciri sakit namun ketika menginjak umur 2 bulan kepalanya mulai membesar dan sampai saat ini hanya mampu terbaring ditempat tidur selama belasan tahun.

Sampari Yembise mengidap Penyakit langka yakni Penyakit Hidrosefalus ( Pembengkakan pada kepala karena penimbunan cairan di bagian kepala) dan juga mengakibatkan dia terkena penyakit Katarak sehingga penglihatannya terganggu.

“Atasnama masyarakat Adat Papua diwilayah III Doberay/Papua Barat, kami memohon uluran tangan dari semua pihak agar dapat membantu pembiayaan anak terkasih. Ayah dari anak ini adalah mantan guru SD dengan pembiayaan yang begitu besar, kami menghimbau untuk semua pihak agar dapat membantu anak terkasih” harap Finsen.

Dengan kondisi keluarganya yang kurang mampu perhatian dari pemerintah provinsi maupun kabupaten serta pemangku kepentingan diatas Tanah ini bisa membantu membiayai Pengobatan Sampari.

Turut hadir dalam pemberian sumbangan yakni Ketua DAP Wilayah III Doberay, Mananwir Paul Finsen Mayor bersama Kordinator Urusan Pemerintah dan Masyarakat Adat DAP wilayah III Doberay, Elisa Sroyer dan Pihak Dispora Kabupaten Manokwari, Septer Dimara, dari pihak BNN PB, dr.Indah dan sejumlah staf-staf Dewan Adat. (*/R)

Pos terkait