Perindagkop Wondama Salurkan Bantuan Bergulir kepada 15 UKM, Diharapkan 5 Tahun Sudah Mandiri

  • Whatsapp

WASIOR – Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Teluk Wondama kembali menyalurkan bantuan bergulir berupa barang kebutuhan pokok (bapok) kepada UKM (usaha kecil dan menengah) di kampung-kampung yang terdampak pandemi Covid-19.

UKM yang menjadi sasaran adalah unit usaha toko atau kios yang dikelola oleh lembaga gereja atau yang biasa dikenal dengan kios jemaat. Di tahun 2021 ini terdapat 15 kios jemaat yang menjadi penerima bantuan.

Barang kebutuhan pokok berupa beras, minyak goreng, tepung, telur gula, kopi dan teh serta barang campuran lain selanjutnya dijual kembali kepada masyarakat umum.

Hasil penjualan selain menjadi bagian dari pendapatan jemaat gereja setempat juga diputar kembali untuk pengadaan barang-barang yang dibutuhkan masyarakat.

Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Ekbertson Karubuy menjelaskan, tujuan utama penyaluran bantuan bapok kepada UKM adalah dalam rangka penyediaan bapok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di kampung-kampung.

Hal ini berangkat dari realitas masyarakat Wondama di daerah pinggiran dan daerah terjauh sering kali kesulitan mendapatkan pasokan bapok lantaran terbatasnya toko atau kios yang menjual bapok.

“Jadi tujuannya pertama adalah penyediaan sembako di kampung-kampung karena di kampung itu jarang ada kios. Dan kedua kita ingin mendorong pengembangan ekonomi masyarakat.

Makanya kita buat bergulir artinya mereka jual nanti hasilnya bisa diputar lagi untuk pembelanjaan berikutnya sehingga diharapkan mereka bisa mandiri,”ucap Ekber di sela-sela penyaluran bapok untuk Kios Jemaat Sion Aisandami, Distrik Teluk Duairi, Rabu (1/12/2021).

Pada hari yang sama juga dilakukan penyaluran ke Kios Jemaat I.S Kijne di Warayaru dan Kios Jemaat Bethel Sobei Indah.

Ekber menurutkan, program bapok bergulir itu telah dimulai sejak 2017. Dan sampai 2021 telah terbentuk 15 kios jemaat yang dikelola lembaga gereja yang menjadi binaan Dinas Perindagkop.

Pihaknya berharap ke depan UKM binaan Perindagkop akan terus berkembang sehingga bisa menjadi sumber pendapatan bagi lembaga gereja yang menaungi juga bagi masyarakat sendiri.

“Harapan kami dalam 5 tahun dia sudah harus mandiri supaya dia naik jadi koperasi sehingga provinsi dan pusat bisa perhatikan. Kabupaten kan sebatas UKM saja. “jelas mantan Sekretaris Bappeda Wondama itu.

Kepala Seksi Fasilitasi Pembiayaan dan Simpan Pinjam Dinas Perindagkop Indra Keraf menyampaikan, hingga awal Desember penyaluran bantuan telah mencapai 90 persen.

Cakupan itu sudah termasuk dengan penyaluran bantuan tunai berupa dana stimulan kepada 430 UMKM yang tersebar pada 13 distrik di Kabupaten Teluk Wondama.

“Yang sudah disalurkan sudah mencapai 90 persen jadi sebagian besar sudah terima. Yang belum akan kita salurkan dalam waktu dekat ini, “kata Keraf.  (Nday)

 

Pos terkait