Bursa Inovasi Desa, Cara Pemkab Teluk Wondama Efektifkan Penggunaan Dana Desa

  • Whatsapp

WASIOR – Pemkab Teluk Wondama, Papua Barat untuk pertama kalinya menyelenggarakan Bursa Inovasi Desa (BID). Bursa Inovasi Desa adalah forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat.

Wakil Bupati Paulus Indubri membuka secara resmi BID yang dipusatkan di Gedung Sasana Karya di kompleks perkantoran bupati di Isei, Rabu. Indubri sekaligus menyampaikan sambutan tertulis Bupati Bernadus Imburi.

Dalam sambutannya Bupati Imburi menyatakan pemerintah menyadari kapasitas pemerintah desa/kampung dalam menyelenggarakan pembangunan dalam perspektif desa membangun masih terbatas.

Keterbatasan itu tampak dalam kapasitas aparatur kampung berikut masyarakatnya maupun sistim pendukung seperti regulasi dan kebijakan pemerintah lainnya yang terkait dengan pembangunan di kampung.

“Oleh karena itu program inovasi desa dimunculkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat kampung melalui peningkatan kapasitas dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan kampung secara berkualitas,” kata Bupati.

BID merupakan tindak lanjut dari Program Inovasi Desa yang dicetuskan oleh Kementerian Desa dan PTT dalam rangka penggunaan dana desa yang lebih efektif dan inovatif.

Dalam BID yang dipamerkan adalah kegiatan-kegiatan yang bernilai inovatif dalam pembangunan desa yang bukan berbentuk barang tetapi berupa ide-ide kreatif yang lahir dan berkembang di desa.

Dalam kesempatan itu ada 3 bilik pameran yang disediakan yakni bursa A untuk kegiatan-kegiatan di bidang infrastruktur desa, bursa B untuk sumber daya manusia dan bursa C yang mencakup kewirausahaan dan pemberdayaan ekonomi.

Para kepala kampung dan anggota badan permusyawaratan kampung dari 75 kampung di Wondama bersama kepala distrik yang diundang hadir tampak antusias mendatangi setiap stan pameran.

Kegiatan tersebut diakui sangat membantu dalam membuka wawasan mereka terutama dalam merencanakan kegiatan-kegiatan inovatif yang cocok diterapkan di kampung.

“Kami bersyukur karena adanya bursa inovasi desa kami bisa memahami dengan baik pembangunan di kampung sesuai aturan Kemendes. Jadi ini sangat membantu wawasan kami untuk bisa merancang inovasi di kampung, “ ujar Piet Hein Yoweni, Kepala Kampung Nanimori, Distrik Kuri Wamesa.

Sebagai hasil akhir dari BID, para kepala kampung diminta membuat komitmen untuk memasukan kegiatan-kegiatan inovatif yang dipandang cocok diterapkan di kampung masing-masing untuk dilaksanakan pada tahun anggaran 2019 dengan biaya dari dana desa.

“Yang kami ambil budidaya biota laut dan pengembangan wisata. Itu yang saya ambil untuk kampung Nanimori. Sedangkan di bagian SDM kita ambil sekolah kilat untuk tenaga teknis desa, “ sebut Yoweni.

Rencananya Bursa Inovasi Desa akan kembali digelar tahun depan dengan melibatkan semua OPD teknis. (Nday)

Pos terkait