Pencarian Hari Kedua, Basarnas Belum Temukan Jejak Keberadaan Christian Wamafma di Bukit Aitumeri

  • Whatsapp

WASIOR – Sudah lebih dari 3 x 24 jam, keberadaan Christian Daud Wamafma, anggota Satpol PP Kabupaten Teluk Wondama yang dilaporkan menghilang dari rumahnya di Miei, Distrik Wasior sejak Rabu dini hari lalu belum juga ditemukan.

Pencarian hari kedua yang dilakukan Tim Basarnas Wasior dibantu personil Koramil dan masyarakat dengan menyusuri hutan di bukit Aitumeiri pada Sabtu pagi hingga siang belum juga menemukan tanda-tanda keberadaan Christian.

Kepala Unit Basarnas Wasior Yan Busclyn menjelaskan, sesuai permintaan pihak keluarga, dalam pencarian hari kedua, ikut dilibatkan salah satu tokoh masyarakat yang diakui sebagai ‘orang pintar’.

Yang bersangkutan dipercaya memiliki kemampuan supranatural yakni bisa melihat dan berbicara dengan para roh penguasa hutan Bukit Aitumeiri.

Masyarakat Kampung Maniwak memang meyakini kawasan hutan Bukit Aitumeiri atau yang juga dikenal dengan Gunung Maniwak masih keramat dan menyimpan banyak tempat mistis.

Pukul 09.25 WIT, tim bergerak menuju salah titik di bukit Aitumeiri yang dikenal dengan nama Batu Inspirasi.

Di tempat itu, orang pintar tersebut melakukan ritual khusus untuk meminta petunjuk dari penguasa hutan di kawasan itu.

Sesuai petunjuk yang diberikan orang pintar tersebut, tim pencari lantas dibagi menjadi tiga regu.

Regu pertama dan ketiga bergerak menuju salah satu pohon beringin besar yang mana sesuai petunjuk gaib yang didapat orang pintar tersebut merupakan tempat Christian disembunyikan.
Adapun regu dua ditugaskan melakukan penyisiran di pinggiran kali.

“Tapi ternyata nihil, tidak ada tanda-tanda keberadaan korban meskipun area pencarian sudah kami buat lebih luas dari kemarin sehingga tim akhirnya turun kembali ke posko di rumah korban pada sekitar pukul 13.00, “jelas Yan ditemui di posko SAR di rumah Christian di Miei, Wasior, Sabtu sore.

Meski sudah tiga hari belum ditemukan, Esau Wamafma, ayah Christian meyakini anaknya masih dalam kondisi baik-baik saja.

Esau percaya anaknya hanya disembunyikan secara gaib oleh roh penguasa hutan gunung Maniwak.

“Tadi sudah ada petunjuk jadi kita tunggu malam ini atau besok pagi semoga sudah ada tanda-tanda, “kata Esau.

Basarnas sendiri akan kembali melanjutkan proses pencarian pada besok hari meskipun pihak keluarga menyarankan agar pencarian dihentikan saja.

Menurut Yan, sesuai protap SAR, proses pencarian akan dilakukan selama 7 hari.

“Jadi besok kami lanjutkan kembali pencarian. Kami terus berupaya melakukan pencarian saja ke semua titik tempat yang biasa korban berada, di kebun juga tempat-tempat yang biasa dia melintas kalau masuk ke hutan yang sudah kami lakukan pesiyiran dari hari pertama dan kedua, “ pungkas Yan. (Nday)

Pos terkait