Panen Perdana Bawang Merah di Haltim, BI Dorong Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani

HALTIM, Kabartimur.Com — Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara, bersama Bank Indonesia (BI) mendorong pengembangan komoditas pangan strategis melalui panen perdana bawang merah varietas Bima Brebes di lahan demplot Kelompok Tani Sumber Rejeki, Desa Tutuling Jaya, Kamis (8/10/2026).

Panen perdana tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Halmahera Timur, Ricky Chairul Richfat, yang mewakili Bupati Haltim. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta mengurangi ketergantungan terhadap pasokan bawang merah dari luar daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Handi Susila, mengatakan pengembangan bawang merah memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pasokan pangan, menstabilkan harga, dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Menurutnya, BI terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, pondok pesantren, dan pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat rantai pasok, serta membangun ekosistem pertanian berkelanjutan.

Baca Juga :   Diisukan Merusak Lingkungan, Ijin Tidak Lengkap, Serta Merusak Situs Budaya, CV. Bangsa Damai Justru Dilapor Dengan Pasal 503 dan 406 KUHP

“Upaya ini diharapkan mampu mendukung pengendalian inflasi, khususnya pada kelompok pangan bergejolak (volatile food), memperkuat ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Handi.

Sementara itu, Sekda Haltim, Ricky Chairul Richfat, mengapresiasi dukungan Bank Indonesia terhadap pengembangan sektor pertanian di daerah tersebut.

Ia meminta masyarakat Desa Tutuling Jaya, khususnya Kelompok Tani Sumber Rejeki, memanfaatkan program pendampingan tersebut secara optimal agar pengembangan bawang merah tidak berhenti pada panen perdana, tetapi berlanjut menjadi usaha pertanian yang produktif dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Program ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kita berharap pengembangan bawang merah ini tidak berhenti pada panen perdana, tetapi terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan petani,” ungkapnya.

Ricky juga menyampaikan bahwa hasil panen perdana tersebut akan dilaporkan kepada Bupati Halmahera Timur. Ia berharap pemerintah daerah dapat memperkuat komunikasi dan sinergi dengan Bank Indonesia guna membuka peluang pengembangan program pertanian strategis lainnya.

Baca Juga :   Telan Anggaran Rp 9 M, Lampu Jalan Pusat Kota Maba Haltim Tidak Berfungsi

Menurutnya, kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, BI, dan kelompok tani diperlukan agar potensi pertanian Halmahera Timur dapat dikembangkan secara optimal.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur, kami menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah bersinergi dengan para petani. Panen perdana hari ini menjadi bukti bahwa melalui kolaborasi dan pendampingan yang baik, potensi pertanian daerah dapat terus dikembangkan,” pungkasnya.

Panen perdana ini diharapkan menjadi langkah awal perluasan budidaya bawang merah di Halmahera Timur, sekaligus mendukung pengendalian inflasi, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan pendapatan petani. (*)

Penulis: Aples

Pos terkait