OJK Perluas Akses Keuangan di Papua Barat, Generasi Z Jadi Sasaran Strategis

MANOKWARI, Kabartimur.com– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperluas akses layanan keuangan formal di Papua Barat guna meningkatkan literasi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Financial Expo Bulan Inklusi Keuangan 2026 (FinEXPO 2026) oleh OJK Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Papua Barat dan Papua Barat Daya. Kegiatan berlangsung di Plaza Universitas Papua, Manokwari, Jumat (23/10/2026).

FinEXPO 2026 melibatkan 16 Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) serta Bank Indonesia untuk memperkenalkan berbagai produk dan layanan keuangan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

Kepala OJK Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya, Budi Rahman, mengatakan peningkatan literasi dan inklusi keuangan menjadi bagian penting dalam memperkuat kontribusi sektor jasa keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :   Kanwil Kemenkum Pabar Gelar Penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan Zi Dan Perjanjian Kinerja Tahun 2025 Secara Digital

“Mari bersama mengambil peran untuk memberikan pengalaman pengenalan dan pemanfaatan produk dan layanan lembaga jasa keuangan bagi seluruh masyarakat di Papua Barat sehingga kita dapat mewujudkan inklusi keuangan cerdas,” kata Budi.

Menurut Budi, besarnya populasi generasi muda di Papua Barat menjadi peluang strategis untuk memperluas pemanfaatan layanan keuangan formal. Generasi Z yang mencakup sekitar 25 persen penduduk Papua Barat dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi daerah.

Karena itu, penguatan pemahaman keuangan sejak dini perlu diimbangi dengan ketersediaan produk dan layanan yang aman, terjangkau, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

FinEXPO 2026 merupakan bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 yang mengusung tema “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera”.

Melalui konsep edukasi dan hiburan atau edutainment, masyarakat diberi kesempatan mengenal langsung produk dan layanan keuangan, termasuk memahami manfaat dan risiko penggunaannya.

Baca Juga :   2.178 Peserta Akan Bersaing Ketat dalam Pelaksanaan SKD CPNS 2024 Perebutkan Formasi  di Kanwil Kemenkumham Papua Barat

Sebelumnya, sejak September 2026, OJK bersama industri jasa keuangan telah melaksanakan berbagai kegiatan edukasi keuangan, fasilitasi pembukaan rekening, dan business matching sebagai bagian dari rangkaian menuju BIK 2026.

Melalui kegiatan ini, OJK bersama pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan industri jasa keuangan berupaya memperkuat sinergi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menggunakan layanan keuangan secara aman dan bertanggung jawab, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Papua Barat. (*)

Pos terkait