MUI Papua Barat Ajak Umat Muslim Petik Hikmah Dari Pandemi Covid 19 Untuk Lebih Mendekatkan Diri Bersama Keluarga Kepada Allah SWT

  • Whatsapp

MANOKWARI- Bulan Suci Ramadhan 1441 Hijriah atau 2020 saat ini memang agak berbeda dengan Ramadhan di Tahun-Tahun sebelumnya. Saat ini umat Islam melaksanakan ibada puasa dengan rangka peribadatan lain seperti sholat 5 waktu yang di batasi.

“Hikmah di balik pandemi Corona Virus di bulan Ramadhan ini agar kita mendekatkan diri bersama keluarga kepada Allah SWT dengan lebih banyak di rumah” Kata Ketua Majelis Ulama Indonesia MUI Papua Barat Ahmad Nasrau Sabtu 2 Mei 2020.

Menurut dia, selama ini mungkin umat jarang berkumpul dengan keluarga terutama melakukan ibadah-ibadah wajib maupun sunnah, kini ditengah wabah ini umat bisa lebih dekat bersama keluarga, menjadi imam bagi suami dan saling belajar meperdalam Ilmu Agama.

Dia mengatakan, Umat Islam menghadapi wabah semacam Corona saat sebenarnya telah memiliki panduan konsep yang telah di lalui sebelumnya, baik melalui hadis Nabi Muhammad SAW maupun yang di ali di masa kepemimpinan Khalifa Umar Bin Khatab Radiallahu anhum (RA).

Ahmad menjelaskan bahwa sejak dari Abdullah Bin Amir Bin Rabi’ah, Umar Bin Khatab RA dalam menempuh perjalanan menuju Syam. Ketika sampai di Sargh (Pertengahan Syam dan Madinah) Khalifah Umar mendapat kabar bahwa wabah sedang menimpa Wilayah Syam dan Abdu Rahman Bin Auf mengatakan kepada Umar bahwa Rasulullah saw pernah bersabda,

“Bila kamu mendengar wabah di suatu daerah maka kalian jangan memasukinnya. Tetapi jika wabah terjadi di daerah kamu berada maka jangan tinggalkan tempat itu, lalu unar bin Khatab berbalik arah meninggalkan Sargh (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)” kata Ahmad Nasrau.

Lanjut Ketua MUI, mendengar keputusan Khalifa Umar Bin Khatab RA kala itu, ada sahabat yang kemudian bertanya, yaa Amirul Mukminin apakah engkau akan lari dari takdir Allah, kemudian di jawab oleh Khalifa, bahwa Saya akan lari dari takdir Allah menuju Takdir Allah yang lain.

Dengan dasar hadis Rasulullah SAW dan pengalaman yang di alami Khalifa Umar Bin Khatab di atas maka Majelis Ulama Indonesia MUI dalam upaya memutus mata rantai pandemi covid yang menjadi wabah di seluruh dunia termasuk di Indonesia, secara khusus di Papua Barat telah mengeluarkan surat edaran dalam rangka membantu pemerintah.

“Kita tentu membantu pemerintah dalam memutus mata rantai Covid19 saat ini terutama di Papua Barat, dengan berlandaskan pada surat edaran pemerintah daerah MUI mengeluarkan himbauan agar umat islam di wilayah ini untuk sementara melaksanakan sholat 5 waktu di rumah dan menjalankan anjuran atau protokol Pemerintah” ujar Nasrau.

Pada Jumat lalu, MUI bersama dengan Kepolisian melakukanl pengecekan di Mesjid-mesji di Manokwari, memastikan jangan sampai ada mesjid yang melaksanakan sholat jumat Berjamaah.

“Alhamdulillah kemarin MUI berasama kepolisian turun memastilan Mesjid-mesjid dianokwari apakah melaksanakan anjuran dan himbauan pemerintah dan MUI, sejauh ini kamienilao ada kepatuhan terhadap anjuran tersebut” katanya.

Saat di singgung mengenai maraknya aktivitas Judi dan kemaksiatan di kota ini yang juga merupakan tanggung jawab moral tokoh Agama untuk mencegah kemungkaran apalagi ditengah pandemi Covid19 dimana tempat Ibadah di tutup sedangkan aktivitas seperti judi masih kerap di temui kata Ketua MUI

” Kita tidak punya wewenang untuk menindak aktivitas Judi dan kemaksiatan, itu ranah dari pemerintah melalui aparat kepolisian, sejauh ini kita memberikan masukan-masukan kepada Polisi mengenai hal tersebut” tandasnya (AD)

Pos terkait