Mambor-Andi Bertekad Jadikan Situs Aitumeiri Ikon Wisata Religi bagi Papua dan Dunia

WASIOR – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Teluk Wondama jalur independen Hendrik Mambor- Andarias Kayukatuy (HEMAT) menyatakan akan menata dan memperbaiki situs Batu Peradaban Bukit Aitumeiri kembali seperti kondisi aslinya jika terpilih sebagai pemenang Pilkada 2020.

Tidak cuma menata Aitumeiri secara fisik, paslon nomor urut 4 itupun bertekad menghidupkan kembali nilai-nilai peradaban yang telah ditanamkan zendeling I.S. Kijne sang pelopor dan pendiri sekolah formal pertama di Aitumeiri sekaligus arsitek utama lahirnya peradaban baru orang Papua.

Situs Batu Peradaban Aitumeiri yang berlokasi di Miei, Kampung Maniwak Distrik Wasior merupakan situs rohani bersejarah bagi orang Papua. Dinamakan Batu Peradaban karena di tempat itulah orang asli Papua pertama kali mengenal pendidikan sehingga bisa tahu membaca dan menulis.

“Mambor-Andi akan menjadikan Aitumeiri menjadi ikon Wondama, ikon tanah Papua, ikon Indonesia dan ikon dunia. Kita akan kembalikan itu. Karena di batu itu ada nilai. Mari kita kembalikan nilai peradaban itu,“ kata Mambor dalam kampanye terbatas di Kampung Maniwak Distrik Wasior, Kamis (15/10/2020)

Baca Juga :   Konferensi Masyarakat Adat Wondama, Ketua LMA : Jangan Lagi Adat Dipermainkan di Atas Tanah Ini

Mambor menegaskan, membangun kembali situs Aitumeiri termasuk nilai-nilai yang melekat di dalamnya adalah kewajiban yang harus ditunaikan oleh semua generasi orang asli Wondama. Alasan historis itulah yang membuat paslon HEMAT mengusung ‘peradaban’ sebagai visi mereka dalam membangun Wondama jika memenangi kontestasi Pilkada 2020.

“Kita akan tata (kembali). Gambar sudah ada, kami tidak cari lagi. Kami siap kerja, kita kembalikan seperti aslinya. Gambar yang kami kerjakan itu tidak terjadi perubahan nilai religi, nilai budaya dan nilai moral.

Semua kita kembalikan, satu paket dengan di Kaibi (tempat pendaratan Injil pertama di Wondama) juga di Manggurai yang dulu menjadi RS lepra pertama di tanah Papua. Kita akan kembalikan semua itu supaya generasi muda Wondama tahu sejarah masa lalu, “ucap eks Kepala Bappeda Wondama itu.

Baca Juga :   Kunjungi Mapolres Teluk Wondama, Pangdam Kasuari : Saya Jadi Jenderal karena Makan Beras Polisi

Sesuai konsep yang telah disiapkan, lanjut Mambor, situs Batu Peradaban Aitumeiri akan menjadi ikon wisata religi di tanah Papua yang diharapkan bisa menarik banyak wisatawan dari dalam maupun luar negeri datang ke Wondama.

Kehadiran wisatawan dalam jumlah besar tentunya akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Wondama.

Itu sebabnya dalam konsep pengembangan situs Aitumeiri, paslon HEMAT juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi dengan sasaran utama masyarakat di kampung Maniwak dan sekitarnya.

“Kita juga akan bangun pemberdayaan ekonomi di Maniwak. Pondok pinang akan kita desain satu model supaya tertata rapi dan indah dan kita juga berikan modal usaha, “ ujar salah satu tokoh pelopor lahirnya Kabupaten Teluk Wondama.

Masih berkaitan dengan urusan keagamaan, calon wakil bupati Andariasu Kayukatuy menambahkan, pasangan HEMAT juga menyiapkan program untuk peningkatan kualitas keimanan masyarakat.

Baca Juga :   Jalin Persatuan dengan Masyarakat, DPC PPP Wondama Gelar Buka Puasa Bersama

Yakni penyediaan bantuan hibah bagi lembaga keagamaan berupa insentif bagi tokoh agama dan penyediaan fasilitas transportasi berupa perahu dan mesin tempel bagi tokoh agama di daerah pesisir dan kepulauan serta sepeda motor atau mobil bagi yang ada di dataran dan pedalaman.

“Kita juga lakukan umroh dan naik haji bagi tokoh agama Islam juga wisata rohani ke Yerusalem bagi semua denominasi gereja Kristen seperti yang dulu pernah dilakukan Bapak Torey (mantan bupati Alberth Torey) tapi sekarang dihilangkan, kita akan kembalikan itu, “ tandas Andi, demikian sapaan karib mantan Kepala Dinas Sosial itu. (Nday)

Pos terkait