Lepas 28 peserta wisata rohani ke Yerusalem, bupati Yosias: pergi untuk melihat, kembali untuk bersaksi di jemaat.

  • Whatsapp

FEGAF- Bupati kabupaten pegunungan Arfak (Pegaf), Yosias Saroy, SH.MH, melepas 28 peserta wisata rohani ke kota suci Yerusalem, di ruang sasana karya kantor bupati, distrik Anggi, Kamis (22/8/2019).

Kegiatan diawali ibadah singkat yang di pimpin oleh Pdt.onisimu sopbaba, M.th. Juga hadir dalam pelepasan ini sekda kabupaten pegaf Ever Dowansiba, S.Ip, M.si.

Bupati dalam arahannya, mengatakan, tujuan utama dari pelaksanaan wisata rohani adalah meningkatkan kualitas keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. serta memberikan kesempatan bagi hamba-hamba Tuhan untuk berkunjung dan melihat secara langsung sejarah-sejarah yang terjadi sesuai dengan apa yang tercatat di dalam kitab suci Alkitab.

“Bukan perjalan dinas, bukan hanya jalan-jalan, tapi anda akan melihat apa yang tercatat dalam kitab kejadian sampai kitab wahyu,” kata yosias.

Orang nomor satu di kabupaten pegaf ini, berpesan, bukan hanya pergi untuk melihat apa yang di catat oleh para nabi di kota suci umat kristiani, namun mereka harus kembali untuk menjadi saksi keajaiban dan mukjizat yang terjadi di sana kepada para jemaat di daerah ini.

“28 orang pergi untuk melihat, 28 orang juga kembali untuk bersaksi,”pesannya.

Mantan ketua DPRD Manokwari ini mengaharapkan, wisata rohani ke negara Israel ini dapat menjadi alat intropeksi diri dan mendekatkan diri kepada sang pencipta. sehingga saat 28 orang ini kembali ke negeri atas awan Papua, mereka dapat membawa perubahan di tengah-tengah jemaat dan pemerintahan.

“Hidup biasa-biasa kalau pulang sudah harus luar biasa, yang selama ini hidupnya miring-miring kalau pulang hidupnya harus lurus,” harap yosias.

Bupati menambahkan, kegiatan keagamaan ini akan terus dilaksanakan oleh pemerintah setempat, namun melihat kemampuan keuangan daerah pihaknya hanya bisa memfasilitasi beberapa orang saja setiap tahunnya.

“Kegiatan ini sudah dilaksanakan 5 kali, yang belum mendapatkan kesempatan untuk pergi harus bersabar karena masih ada kesempatan di tahun-tahun berikutnya,” kata yosias.

Sementara itu ditempat yang sama, kasubag keagamaan, bagian kesejahteraan masyarakat Setda kabupaten pegaf, Jemmy mamoribo, mengungkapkan, pemerintah setempat menggelontorkan anggaran sebesar Rp.2 milyar untuk memfasilitasi 28 peserta wisata rohani ke tanah perjanjian.

“Sebenarnya yang mendaftar 29 orang, tapi satu orang berhalangan sehingga hanya 28 orang yang dapat berangkat,” katanya.

Jemmy mengatakan, Peserta wisata rohani akan menempuh perjalanan pulang-pergi selama 13 hari yakni pada tanggal 8 September hingga 20 September 2019 mendatang.

“Segala urusan yang berkaitan dengan keberangkatan sudah mencapai 100 persen. visa, paspor, pesawat, maupun hotel sudah disiapkan oleh tour travel,” tutupnya.

Pos terkait