Konven Pelayan Firman Tuntas, Sinode GKI Dorong Gereja Beri Ruang yang Luas Bagi Pemuda

WASIOR – Konven Pelayan Firman Wilayah XII Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua yang berlangsung di Klasis Wondama telah ditutup pada Kamis (9/3) malam.

Sinode GKI di Tanah Papua mendorong semua komunitas GKI memberi perhatian dan ruang yang cukup bagi pemuda untuk mengekspresikan potensi dan talentanya dalam pelayanan di gereja maupun di masyarakat.

Sekretaris Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Papua Pendeta Daniel Kaigere mengibaratkan pemuda sebagai anak panah.

Dia mengutip Kitab Mazmur pasal 127 ayat 4 yang berbunyi : “Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda”.

“Pemuda itu adalah anak panah. Dia menentukan hasil, dia menentukan sebuah kemenangan, dia menentukan sebuah kekuatan.

Jika ruang ini tidak diberikan kita bisa membayangkan bagaimana masa depan bangsa, masa depan masyarakat, bagaimana masa depan gereja, “kata Kaigere pada acara penutupan di gedung gereja Jemaat Baitesda Manggurai.

Baca Juga :   Umat Gereja Katolik Stasi Santo Antonius Pangalli Gelar Syukur Panen

GKI di Tanah Papua telah menetapkan 2023 sebagai tahun pembaharuan.

Maka dalam kerangka pembaharuan tersebut, lanjut Kaigere,  perlu dibuka ruang dan kesempatan yang seluas-luasnya bagi generasi muda Kristen, terutama di Tanah Papua untuk menunjukkan kiprah dan kontribusinya bagi gereja, masyarakat dan bangsa.

“Yang tujuannya untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak muda kita yang bagai anak panah itu supaya dia mengubah dan menentukan sesuatu yang baik ke depan bagi perkembangan dan kemajuan gereja, masyarakat dan bangsa ini, “pesan Kaigere.

Sementara itu Bupati Teluk Wondama Hendrik Mambor yang juga selaku ketua panitia meyakini apa yang dihasilkan dalam konven pelayan firman akan memberikan manfaat besar bagi pelaksanaan pelayanan rohani kepada umat GKI. Juga bagi Tanah Papua.

“Bersama Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama kami memiliki harapan dan keyakinan bahwa konven pelayan firman wilayah XII ini dapat menghasilkan sejumlah hal yang bermanfaat bagi pelayanan jemaat juga untuk pembangunan di Kabupaten Teluk Wondama juga di seluruh Tanah Papua, “ucap Mambor.

Baca Juga :   Ribuan Orang di Wondama Sudah Divaksin, Satgas Covid-19 Klaim Tak Ada Laporan Efek Samping

Konven pelayan firman GKI di Tanah Papua wilayah XII berlangsung selama empat hari dengan menghadirkan sedikitnya 100 peserta yang terdiri atas para pendeta, guru jemaat dan guru Injil dari enam klasis yang mencakup tiga kabupaten di Provinsi Papua Barat.

Yaitu Kabupaten Teluk Wondama, Manokwari Selatan dan Teluk Bintuni. (Nday)

 

Pos terkait