Komputer Tak Memadai, 160 Siswa SMPN Wasior Gagal UNBK

  • Whatsapp

WASIOR – SMP Negeri Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat harus mengubur impian bisa melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).
SMP tertua di Wondama itu kembali gagal melaksanakan UNBK tahun ini lantaran fasilitas pendukung terutama komputer yang dimiliki belum memadai. Sebanyak 160 siswa yang telah terdaftar sebagai peserta ujian nasional harus rela melakukan ujian dengan kertas dan pensil (UNKP).

“Tahun kemarin kami punya harapan yang besar sekali untuk tahun ini bisa laksanakan UNBK. Nyatanya karena fasilitias pendukung tidak memungkinkan karena jumlanya (siswa) banyak sedangkan fasilitas sangat minim, “ ujar Kepala SMPN Wasior Yustinus Rumabur ditemui sebelum pelaksanaan ujian nasional, Selasa (23/4).

Rumabur berharap tahun ini menjadi yang terakhir pihaknya menyelenggarakan ujian nasional secara manual. Karena itu dia mengharapkan semua pihak terkait bisa memberikan dukungan agar tahun depan SMPN Wasior bisa menggelar UNBK. Terlebih karena mulai tahun 2020 semua sekolah diwajibkan untuk melaksanakan UNBK.

“Oleh sebab itu saya sangat mengharapkan tahun depan sekolah kami dapat UNBK supaya kita dapat mengukur keberhasilan secara umum di kabupaten dan secara khusus di sekolah ini. Apalagi SMPN Wasior sudah laksanakan K-13 dan menjadi pilot project untuk Wondama, “ ucap Rumabur.

Terkait fasilitas, dia mengatakan, selain komputer yang dimiliki masih standar sehingga tidak layak untuk UNBK, kendala lainnya adalah jaringan internet yang juga belum memadai.

“Kita mengharapkan dinas terkait bisa diatur agar mendukung kegiatan. Karena di sekolah ini belum ada internet yang memadai yang bisa diakses untuk UNBK, “sebut dia.

Dari semua SMP di Wondama, hanya SMP Yapis yang menggelar UNBK. Namun pelaksanaannya tidak di sekolah bersangkutan tetapi menggunakan laboratorium komputer milik SMA Negeri 01 Wondama.

Adapun UN di SMPN Wasior pada hari pertama dengan mata ujian metematika berlangsung lancar. Dari 160 siswa yang terdaftar hanya 1 orang yang tidak masuk. UN tingkat SMP dijadwalkan berlangsung sampai 26 April.

“Kami harap anak-anak berhasil dengan baik sehingga anak-anak bisa pindah ke jenjang lebih tinggi, “ pungkas Rumabur yang sudah 9 tahun menjabat kepala SMPN Wasior. (Nday)

Pos terkait