Komisi C Temukan Jembatan Nanimori Sudah Rusak Berat, Jembatan Semi Beton Proyek 2019 Belum Tuntas 100 Persen

  • Whatsapp

WASIOR – Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Teluk Wondama yang membidangi urusan pembangunan fisik tidak lagi merekomendasikan pembangunan jembatan maupun dermaga dengan konstruksi kayu.

Pasalnya banyak dermaga kayu baik untuk tambatan perahu maupun dermaga kapal rakyat yang dibangun selama ini terbukti tidak bertahan lama.

Salah satu yang contohnya adalah jembatan tambatan perahu di Kampung Nanimori Distrik Kuri Wamesa. Sewaktu melakukan monitoring lapangan, Kamis, Komisi C menemukan dermaga Nanimori sudah dalam kondisi rusak berat.

Papan lantai sudah bolong-bolong di banyak tempat. Bangunan jembatan juga sdauh miring dan bergoyang ketika dilewati menandakan konstruksinya sudah tidak kuat. Sejumlah bagian bahkan sudah nyaris patah. Padahal, sesuai laporan masyarakat setempat jembatan itu dibangun pada 2015.

“Kita sudah sampaikan ke Dinas Perhubungan untuk tidak bangun lagi yang konstruksi seperti ini (pakai kayu). Karena kalau begini hanya bertahan 3 tahun. Percuma, buang-buang saja. Jadi kita tidak merekomendasikan yang pakai kayu lagi, paling tidak yang semi beton, “ kata Ketua Komisi C Remran Sinadia.

Rombongan Komisi C yang terdiri dari Remran Sinadia, Kristian G. Torey, Edi Renmaur dan Laode Fylu serta didampingi Wakil Ketua II Selena Akwan dalam kesempatan itu juga meninjau jembatan tambatan perahu baru dengan konstruksi semi beton di Nanimori.

Jembatan baru itu merupakan proyek tahun 2019 dari Dana Alokasi Khusus yang dikerjakan CV.Doom Perkasa. Jembatan semi beton itu sendiri dibangun untuk menggantikan jembatan lama dari kayu.

Namun demikian dari peninjauan itu di ketahui jembatan semi beton itu ternyata belum bisa menjawab permasalahan yang dihadapi masyarakat setempat. Sebab jembatan yang sudah diganti menjadi semi beton baru sepanjang lebih kurang 150 meter di bagian sisi lautnya saja.

Sementara sisi darat yang menuju ke perkampungan penduduk sepanjang kurang lebih 30o meter masih berupa kayu yang kondisinya sudah rusak berat.

“Di depan sana yang dibangun tahun 2019 sudah dibangun bagus tapi yang sebelumnya (jembatan lama) ini sudah bermasalah, sudah rusak parah ini. Itu berarti yang di sana sudah dibangun bagus jadi percuma, dia nggak kepake nanti kalau di sini tidak diperbaiki, “ ujar Remran.

Itu sebabnya, Komisi C akan mendorong pembangunan tambatan perahu di kampung Nanimori dilanjutkan dengan seluruhnya memakai konstruksi semi beton.

“Di tahun 2020 tidak ada anggaran jadi ya kita dorong di 2020 untuk 2021. Jadi ini jadi PR kita untuk 2021. Sekali lagi catatan kita, kita tidak merekomendasikan untuk konstruksi seperti ini (dari kayu) percuma ini, buang anggaran saja, “ ucap politikus Partai Gerindra ini.

Dari monitoring itu juga diketahui pembangunan jembatan semi beton tahun 2019 oleh CV Doom Perkasa ternyata belum 100 persen selesai. Antara lain bagian ujung depan jembatan yang biasanya berbentuk ‘T’ sama sekali belum terbangun.

“Ini belum dikerjakan sampai tuntas ini. (Bagian) T-nya belum ada, seharusnya kan ada. Lantainya juga mereka banyak pakai kayu putih, bukan kayu besi semua jadi pasti tidakd tahan lama, “ kata Wakil Ketua I DPRD Selena Akwan. (Nday)

img class="details-image" src="https://kabartimur.com/wp-content/uploads/2020/05/GARIS-PUTIH.png" draggable="false" alt="">

Pos terkait