Kepala Dinas Kesehatan PB Klarifikasi Statemen Soal Larangan Bepergian Keluar

MANOKWARI — Juru bicara tim penanganan Covid19 dan Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat mengklarifikasi terkait informasi yang beredar melalui media sosial wahtsapp group dan facebook dimana menyebar informasi bahwa Arahan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat yang mrnyatakan 2 poin yakni:

*Tidak ada yg keluar Papua Barat mulai minggu depan
*Info yg tinggal di luar jangan terlambat pulang karena Bandara sementara mau di tutup.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Otto Parorongan saat dikonfirmasi mengatakan, arahan tersebut tidak berlaku untuk umum, hanya berlaku khusus terhadap pegawai dan staf di lingkup Dinas Kesehatan dan informasi yang tersebar itu tidak benar bersumber dari dirinya.

Baca Juga :   Koramil 1801-06 Masni Panen Perdana Tanaman Hidroponik

” lnfo itu tidakbenar dan yang benar adalah Arahan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat kepada Staf Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat untuk membatasi perjalanan dinas ke daerah terjangkit virus corona” terang Otto Parorongan saat dikonfirmasi Minggu 15 Maret 2020.

Hal ini tersebut juga dibenarkan oleh juru bicara tim penanganan covid 19 Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap bahwa informasi tersebut hanya berlaku bagi staf Dinas Kesehatan Papua Barat yakni ASN dan tenaga honorer.

Pihaknya menyampaikan perhatian kepada seluruh Staf Dinkes PB (ASN dan Honorer), bahwa sebagaimana informasi yg beredar di medsos sebagaimana diskusi tadi siang-sore bahwa Kadis akan menginstruksikan kepada seluruh jajaran Dinkes PB untuk MEMBATASI bepergian keluar PB terutama beberapa kota di P. Jawa dan Bali yg sdh ada kasus covid-19, kecuali untk alasan yang sangat penting.

Baca Juga :   Dari OPD Pengelolah DAK, Data ASN Yang Naik Pangkat, Hingga Pimpinan OPD Yang Doyan Tidur di Ruangan.

“Jadi ini khusus untuk staf Dinkes PB, bukan unutk OPD lain atau masyarakat umum, karena itu perlu intsruksi Gub.” ujarnya.

Ini menjadi pertimbangan karea beberapa kota itu (info terkini sdh termasuk, Yogya, Makassar, Pontianak, dan Manado) sdh dilaporkan kasus Covid19″. tambah Jubir Tim Covid19 Papua Barat. (AD)

Pos terkait