Kementrian PUPR Setujui Enam Usulan Program Prioritas Pembangunan di Manokwari

MANOKWARI, Kabartimur.com- Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (PUPR) mendukung program prioritas pembangunan di kabupaten Manokwari dan Alokasi anggarannya akan dibebankan pada APBN.

Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Manokwari setelah dirinya bersama tim percepatan yang dibentuk oleh Penjabat gubernur Papua barat yang diketuai oleh Raymond RH Yap yang juga adalah asisten III bidang administrasi setda Papua Barat menemui pemerintah pusat melalui kementerian PUPR.

Bacaan Lainnya

Bupati mengakui bahwa program yang akan dilaksanakan kedepannya merupakan amanah yang telah dititipkan oleh rakyat setelah dirinya dipercaya memimpin kabupaten Manokwari selama kurang lebih 3,5 Tahun.

“Saya harus bekerja dengan sungguh-sungguh dan juga berjuang untuk apa yang menjadi kebutuhan dan juga aspirasi masyarakat di kabupaten Manokwari oleh karena itulah dalam rangka mewujudkan harapan dari seluruh masyarakat di kabupaten Manokwari dan juga melaksanakan amanat RPJM di kabupaten Manokwari tahun 2021 tahun 2026” ujar Bupati kepada sejumlah awak media di Manokwari Kamis, (4/7/2022) .

Baca Juga :   Tahun Ajaran Baru Segera Dimulai, Guru Diimbau Tidak Tambah Libur.

Bupati mengakui bahwa dirinya bersama-sama dengan penjabat gubernur Papua barat melalui tim percepatan pembangunan kabupaten Manokwari yang telah dibentuk untuk bertemu langsung dengan menteri PUPR yang turut dihadiri oleh sejumlah dirjen untuk menyampaikan beberapa program strategis percepatan pembangunan Manokwari sebagai ibukota provinsi Papua barat dan alhasil disetujui oleh kementerian PUPR.

Bupati membeberkan sejumlah program strategis yang diusulkan yakni,
Pertama adalah percepatan pembangunan aliterasi jembatan layang dari Rendani- Pantai Wosi (Beringin) dengan nilai anggaran 600 miliar Rupiah.

“Kita bersyukur bahwasanya ini disetujui oleh kementerian pupr untuk dibangun tahun depan tentu jembatan layang ini kita bangun dalam dua tahap , tahap pertama dibangun dari rendani sampai dengan beringin kemudian nanti tahap kedua dibangun dari beringin sampai ke Fajar Roon yang kemudian akan menghubungkan jalan Sujarwo condronegoro yang akan dibangun tahun ini dan tahun depan kita berharap Manokwari secara bertahap memiliki infrastruktur yang modern jadi ibukota provinsi Papua barat” terang Bupati.

Kedua adalah pembangunan runway bandar udara Rendani yang secara bertahap akan diperjuangkan dengan panjang 2500 hingga 3000 meter dan nantinya akan menjadi gerbang di kawasan timur Indonesia dan akan didarati oleh pesawat berbadan lebar.

Baca Juga :   Perdana Pemkab Manokwari Mulai Salurkan Bantuan Kepada Warga yang Terdampak Pandemi Covid19

“Hal ini sejalan karena kita memiliki potensi wisata yang sangat menjanjikan dan berharap kabupaten lainnya seperti kabupaten pegunungan Arfak, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, Teluk Wondama dan Tambrau akan bekerja sama untuk mengelolah seluruh potensi pariwisata dan potensi sumber daya alam secara baik sehingga menarik bagi wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke kabupaten Manokwari” harap Bupati.

Olehnya itu kata bupati, bandar udara rendani harus dipersiapkan dan dibangun secara dini untuk menjadi bandara yang memiliki kapasitas yang mendukung kebutuhan nasional regional maupun daerah bahkan kebutuhan internasional.Selain runway bandara juga akan dibangun terminal bandara yang memiliki 6 Garbarata.

“Kabupaten Manokwari akan bertumbuh dari kota kecil menjadi kota menengah dan juga kota besar karena itulah kita persiapkan infrastruktur yang besar untuk mengantisipasi perubahan dan juga perkembangan di masa yang akan datang” jelas Bupati

Ketiga adalah pembangunan aliterase jalan dari depan hotel Fujita yang akan menghubungkan exsisting jalan Drs Esau Sesa mengingat pengembangan bandara akan melewati Polisi Tidur 13 sampai ke Perikanan sehingga eksisting jalan yang saat ini akan terkena dampak pembangunan bandara dan program ini sudah disetujui oleh kementerian pupr untuk dibangun.

Baca Juga :   Rencana Pembangunan Pasar Sanggeng Pemda Gelar Konsultasi Publik

Keempat adalah pembangunan pasar sanggeng dengan alokasi anggaran sebesar 170 miliar dengan kapasitas bangunan 4 lantai dan tahun depan pembangunannya akan dimulai dilaksanakan.

Kelima adalah pembangunan ruang terbuka publik Borarsi yang akan dilaksanakan tahun 2023- 2024.
” Kita akan merubah wajah Borasi itu menjadi arena publik atau ruang terbuka publik yang kompetitif dalam mewadahi dan menjawab seluruh kebutuhan masyarakat di kabupaten Manokwari mengingat lapangan Borarsi saat ini merupakan satu-satunya lapangan yang difungsikan dalam setiap event besar dan penataannya kurang bagus sehingga tahun 2023 akan dibangun dengan rumput sintetis dan akan akan diresmikan di tahun 2024 sebelum periode kepemimpinan berakhir” kata Bupati.

Keenam adalah pembangunan jembatan Pepera 1969 yang akan menghubungkan Sanggeng dengan Anggrem dan saat ini sedang dibahas oleh Bappenas dan juga kementerian terkait menyetujui untuk dibangun.
” Kita berharap pencanangan yang pertamanya Pak Jokowi akan datang ke Manokwari untuk meletakkannya” harap Bupati.

Pos terkait