Kapolda Herry Nahak: Papua Barat Aman dari Terorisme dan Radikalisme

  • Whatsapp

MANOKWARI—Presiden Joko Widodo menyatakan, terorisme dan radikalisme masih menjadi potensi ancaman bagi stabilitas keamanan dalam negeri.

Hal itu disampaikan presiden dalam amanat tertulis yang dibacakan Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak pada upacara perayaan HUT Bhayangkara ke-37, Rabu (10/7/2019).

Selain itu, presiden menyoroti pesatnya perkembangan teknologi informasi juga mendorong semakin besar dan beragamnya potensi kejahatan di ruang siber. Demikian pula penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian, menjadi ancaman bagi kerukunan, persatuan, dan kesatuan bangsa. “Papua Barat ini aman,” kata Kapolda Herry Nahak.


Meski demikian, lanjut Kapolda Herry Nahak, selalu ada kemungkinan jaringan terorisme maupun aliran radikal bisa masuk ke wilayah ini. Karena wilayah Papua merupakan daerah yang terbuka. Sebagai daerah yang terbuka, tentu perlu ada langkah-langkah antisipatif.

“Kita antipasti secara maksimal. Jadi jaringan intelijen kita kemudian, jaringan satuan tugas yang dibentuk dalam rangka menangkal jaringan terorisme dan radikalisme, itu akan terus melakukan pemantauan, monitoring, dan penyelidikan untuk memastikan bahwa Papua Barat aman,” ujar kapolda.

Presiden Joko Widodo, juga menyampaikan lima instruksi pada perayaan HUT bhayangkara ke-37, dimana salah satunya, menekankan kepada polri untuk perkuat koordinasi dan kerja sama dengan TNI, Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, serta masyarakat, dalam memelihara keamanan dalam negeri.

Kapolda Herry Nahak menambahkan, monitoring serta kerja sama dengan Mabes Polri khususnya dengan Densus (detasemen khusus) 88 terus dilakukan. Dalam rangka pemantauan secara ketat semua potensi dan kemungkinan masukanya terorisme dan radikalisme di wilayah ini.

“Kemungkinan itu (terorisme dan radikalisme) ada saja. Kalau ada yang coba masuk ke Papua Barat, kita bisa langsung mengantisipasinya,” pungkasnya. (ALF)

Pos terkait