Isu Pemindahan Kantor PPA Manokwari, OCP Cipayung Bersama Perwakilan BEM Se-Kota Studi Manokwari Gelar Aksi di Kantor Bupati

MANOKWARI, Kabartimur.com- Adanya rencana pemerintah kabupaten Manokwari terhadap pengalihan kantor dinas UPTD Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) untuk penggunaan kantor PLN menuai protes.

Protes tersebut ditandai dengan aksi puluhan Ocp Cipayung bersama perwakilan BEM Se-Kota Studi Manokwari yang akhirnya mendatangi kantor bupati Manokwari untuk meminta langsung klarifikasi bupati Manokwari , Jumat (9/12/2022).

Bacaan Lainnya

Dalam orasinya , Orator menyampaikan beberapa tuntutan pernyataan sikap antara lain

Meminta pertanggungjawaban kepada pemerintah kabupaten manokwari agar lebih tegas dalam mengatasi kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di kota manokwari.

Adanya penegasan penanganan dan sanksi yang sesuai kepada pelaku kekerasan terhadap korban pencabulan , KDRT dan lain-lain melalui hukum yang berlaku

Baca Juga :   Asosiasi Pedagang Dukung Penuh Pembangunan Pasar Sanggeng

Meminta agar kantor UPTD perlindungan perempuan dan anak harus diperhatikan dan tidak diperkenankan adanya pemindahan tim kerja oleh bapak Bupati ( kepala UPTD dan jajaran) tanpa alasan yang akurat

Meminta kepada Bupati Manokwari agar lebih memperhatikan tunjangan tenaga kerja kepala UPTD sesuai dengan Perda yang berlaku

dan Meminta agar bapak Bupati Manokwari melakukan kunjungan ke kantor UPTD PPA.

Aksi damai tersebut dikawal oleh puluhan personil aparat kepolisian dan para pengunjuk rasa ditemui langsung bupati Manokwari, Hermus Indou.

Bupati menjelaskan bahwa upaya
pemindahan kantor karena dampak dari pembangunan ruang publik terbuka yaitu lapangan Borarsi.

Mengingat PLN merupakan salah satu yang terdampak dari pembangunan kawasan Lapangan Borarsi sehingga pemda mencari lokasi sementara PLN untuk bisa berkantor untuk melakukan tugas pelayanan sementara.

“Pembangunan kita tidak hambat, kami menyiapkan kantor pengganti Kantor PPA. Kritik dan saran akan ditindaklanjuti mengenai evaluasi perlindungan perempuan dan anak di Manokwari dan bersama-sama untuk membangun kota Manokwari” pungkas Bupati.

Baca Juga :   Kisruh Penolakan Kepsek Baru di SD Inpres 2 Binagara, Masih Menunggu Keputusan Bupati Haltim

Setelah mendengar penjelasan Bupati pengunjuk rasa membubarkan diri dengan aman dan tertib setelah sebelumnya menyerahkan Aspirasi kepada bupati.(Red/VR)

Pos terkait