Ini Aksi Arogan Polantas

  • Whatsapp

Makassar, Kabartimur- Tindakan arogan yang dilakukan oknum polisi bernama Brigpol Musmuliadi dari Satuan Ditlantas Polda Sulsel ini, tak patut dijadikan sebagai contoh, jika mengacu pada prinsip sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat. Pasalnya, oknum tersebut melakukan sikap arogannya terhadap dua orang mahasiswi. Aksi yang tak patut dijadikan contoh tersebut terjadi pada hari Selasa (22/12/2015), sekira pukul 12.00 Wita, di depan Hotel Comfort jalan Topaz Raya, Kota Makassar.
Saat itu korban bernama Zafira Nurfajria (20), warga jalan Faizal 14 no 39 berboncengan motor bersama rekannya Ratih (20), keduanya mahasiswi UMI Fakultas Ekonomi angkatan 2014 berhenti di depan Toko Harapan Baru dan dihampiri oleh Brigpol Musmuliadi lantaran tidak menggunakan helm.
“Saya didatangi oleh polisi itu dan disuruh berhenti dan minta agar saya ikuti dia ke kantornya. Saya ikuti apa kemauannya karena saya akui salah” ujar korban.
Namun saat menuju kantor Ditlantas dan melintas di jalan Kompleks IDI, Zafira memutar kendaraanya ke arah jalan Topaz dan dikejar oleh Brigpol Musmuliadi. Tepat didepan Hotel Comfort Brigpol Musmuliadi menghentikan kendaraan korban, kemudian langsung membanting helm dinasnya ketanah dan terpantul mengenai paha mahasiswi tersebut.Akibatnya, terjadi adu mulut antara kedua mahasiswi tersebut dan Brigpol Musmuliadi.
Melihat kejadian tersebut sekitar 30 warga sekitar mendatangi lokasi keributan dan memprotes aksi tindakan Brigpol Musmuliadi yang dinilai Arogan. Aksi warga yang mulai tersulut emosinya akhirnya dapat diredam setelah pihak aparat Mapolsekta Panakkukang sekira pukul 12.30 Wita tiba dilokasi keributan dipimpin langsung Wakapolsekta Panakkukang AKP Agus Arfandi didampingi Panit 1 Unit Intelkam IPDA M Arifin dan Ba Provost Bripka Asmuliadi dan meminta agar warga membubarkan diri. “Saya himbau kepada warga agar membubarkan diri. Kasus ini sudah kami tangani dan akan kami proses lebih lanjut. Ini hanya kesalahpahaman saja, namun tetap akan kami tindak lanjuti. Saya mengarahkan ke kantor supaya jelas duduk persoalannya dan dibicarakan dengan hati yang dingin, sebab jika emosi yang dikedepankan tidak akan menyelesaikan masalah” urai AKP Agus Arfandi didepan puluhan massa yang berdatangan di lokasi kejadian. Alhasil, warga berangsur membubarkan diri dan kedua mahasiswi tersebur diarahkan ke kantor Mapolsekta Panakkukang bersama oknum anggota yang diduga sudah melakukan tindakan arogan dalam melaksanakan tugasnya. Kasus ini sudah ditangani pihak yang terkait. (Memed Gondrong)

img class="details-image" src="https://kabartimur.com/wp-content/uploads/2020/05/GARIS-PUTIH.png" draggable="false" alt="">

Pos terkait