GRD: Aparat hukum segera ungkap dugaan korupsi proyek Alur Sungai Kajenjeng

  • Whatsapp

20160329_150935-70x70Makassar– Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Revolusi Demokratik (GRD), kembali melakukan aksi unjuk rasa di bawah jembatan Flay Over, Jalan Urip Sumiharjo, Selasa (29/3).

Aksi yang dipimpi Jenderal Lapangan GRD Etus dan Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gempur, Irsan Karsa, kembali menyuarakan adanya indikasi korupsi pada Proyek Alur Sungai Nipa-nipa, Kajenjeng Tello, di Kecamatan Manggala, yang hingga saat ini belum disentuh oleh hukum.

“Tak ada alasan pihak aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan untuk tidak segera menegakkan supermasi hukum atas indikasi korupsi yang terjadi di proyek yang menelan anggaran Rp.16,250 Miliar APBN TA. 2015,”ucap Etus, sembari memperlihatkan gambar dugaan korupsi di proyek itu.

Menurutnya, salahsatu bentuk dugaan kecurangan yang merugikan negara miliaran rupiah, nampak pada proses pembuatan bibir sungai tersebut. Seharusnya sesuai dengan spesifikasi, pihak kontraktor diduga melakukan kecurangan.

“Bibir sungai Nipa-Nipa Kajenjeng yang menjadi tanggul penahan air seharusnya menggunakan tanah merah. Namun realitanya, kontraktor tersebut hanya menggunakan sedimen (lumpur) hasil kerukan sungai,” tambah Jenderal lapangan GRD Etus.

Hal serupa diteriakkan pula oleh Iksan Karsa, bahwa aparat pneegak hukum jangan pura-pura buta melihat kondisi proyek yang beraroma korupsi tersebut.

“Sangat disayangkan, Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, menjadi objek korup segelintir oknum kontraktor yang hanya mengedepankan kepentingan pribadi (keuntungan), dibanding kepentingan masyarakat. Akibat tak sesuai dengan spesifikasi dan kualitas pekerjaan yang ada saat ini,” teriak Iksan.

Aktivis GRD dan Gempur, berencana akan melanjutkan aksinya didukung oleh warga sekitar proyek tersebut (Kelurahan Manggala).

Nah, banyak pula penggiat anti korupsi mengorimkan komentar ke redaksi ini, bahwa, salahsatu daerah yang punya potensi anggaran pusat dikorupsi salahsatunya Makassar. Artinya, Masyarakat dan pemerintah Sulsel, khususnya Pemkot Makassar, akan menjadi korban keberingasan ulah onum koruptor.

Editor: Zulkifli Malik

Pos terkait