Cuitan Ujaran Kebencian di Facebook Polisi Buru Terduga Pelaku

MANOKWARI, Kabartimur.com – Akibat postingan media sosial, sejumlah jalan di Manokwari dipalang sekitar 5 jam, Senin (28/2/2022). Masyarakat minta kapolres segera selesaikan kasus ujaran kebencian yang diunggah akun facebook Echy (Serme).

Akses jalan manggoapi dan wosi sempat macet total akibat pemalangan tersebut. warga masyarakat arfak menyesalkan rasisme yang dilakukan, terutama mama-mama arfak yang dalam cuitan tersebut disebutkan langsung.

Bacaan Lainnya

Menurut ketua aksi, Seblun Saroy, Siapapun orangnya yang datang di Manokwari harus menghargai orang arfak sebagai pemilik ulayat terhadap wilayah Manokwari.

Bahkan dalam penanganan kasus dugaan ujaran kebencian ini, Masyarakat mengancam pihak kepolisian jika tidak diselesaikan dalam waktu satu minggu maka aksi serupa akan dilakukan kembali dengan masa yang lebih besar.

Baca Juga :   Bupati Manokwari: Waktunya Suku Arfak Berubah!

“Harus segera diselesaikan dalam satu atau dua hari ini, paling lama satu minggu. Jika tidak maka jangan salahkan kami kalau aksi pemalangan akan dilakukan dengan orang yang lebih banyak lagi,” serunya dalam aksi dijalan Trikora Wosi Manokwari.

Sementara itu, Ketua ikatan intelektual keluarga Arfak, Sami Djunire Saiba, juga menegaskan agar proses hukum tetap berjalan dan meminta kepolisian untuk memberikan ruang untuk pelaksanaan hukum adat.

“Selain hukum positif hukum adat juga harus dijalankan, agar ada efek jera yang diterima dan jadi pembelajaran agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” katanya.

Terpisah, kapolres Manokwari Parasian H. Gultom dalam keterangannya via Whatsapp mengakui laporan polisi telah diterima dan proses tindak lanjut sedang dilakukan.

“Laporan polsi sudah di terima oleh polres manokwari. Polres sedang menindak lanjuti kasus nya, Agar semua pihak dapat menahan diri. Saat ini kami berupaya menemukan oknum terduga, mohon doanya” tulisnya.

Baca Juga :   AALCO Akan Terus Suarakan Kepentingan Negara-negara Asia di Tingkat Global

Hingga pukul 12.00 siang, Kapolres Manokwari Parasian H. Gultom, Lasarus Indouw, Sami Saiba, dan sejumlah pihak berhasil membuka palang dijalan Trikora wosi dan dapat diakses kembali oleh masyarakat. (TS)

Pos terkait