BUPATI TORAJA BUKA DISKUSI POLITIK

  • Whatsapp
diskusi politik
diskusi politik

imageBupati Toraja Utara Buka Secara Resmi Diskusi Politik
“Tingkatkan Partisipasi Masyarakat Melalui Pilkades 2017”

Toraja utara- Badan Kesatuan Bangsa & Politik (Kesbangpol) Toraja Utara menggelar forum diskusi politik melalui tema peningkatan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak politiknya sebagai warga negara jelang pemilihan kepala desa (pilkades) 2017 di Toraja Utara (24/05/2016).

Kegiatan yang dipusatkan diruang pola bupati ini dihadiri sejumlah perwakilan masyarakat tingkat kecamatan dan beberapa Skpd lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Toraja Utara dengan tujuan meningkatkan daya partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak politiknya sebagai warga negara yang baik.

Menurut Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan , berbicara tentang politik tidak lepas dari struktur Pemerintahan, politik juga menuntun masyarakat untuk memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, kata Bupati Toraja Utara.

Ayat dan rumusan yang tercantum dalam undang-undang sangat indah. Dalam perkembangannya perlu melihat tatanan yang ada dan melihat hakekatnya dalam melaksanakan birokrasi pemerintahan yang baik sesuai mekanisme yang ada, tandasnya.

Hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Toraja Utara Yosia Rinto Kadang, Wakil Ketua II Dprd Torut Samuel T. Lande, Komandan Kodim 1414 Tator Jimmy Sirait, Kapolres Tator Arief dan Kepala Kesbangpol Marthen Mettuka.

Terkait pemilihan kepala lembang ditahun 2017 mendatang perlu pemahaman kepala desa (lembang) dengan perlunya cara edukasi yang baik sehingga pilkades yang terlaksana berjalan sesuai koridornya tanpa adanya unsur money politic (politik uang), imbuh Kalatiku Paembonan.

Perlu kejujuran, pengawasan dan kedisiplinan dimiliki oleh sosok kepala lembang diharapkan sebagai pemimpin lembang mampu mensejahterkan rakyatnya dan Bupati juga melarang tegas money politik jelang pilkades 2017, jelas Bupati Torut.

Hal Senada disampaikan oleh Komandan Kodim Letkol Cpn Jimmy Sirait untuk menghindari money politik jelang pemilihan kepala lembang (pilkalem).
“jangan wariskan budaya politik uang kepada generasi bangsa kita”, tegas Jimmy.

Siapapun yang menjadi Kalem nantinya jangan ada dendam, jangan ada permusuhan dan merusak tali persaudaraan yang kita bina oleh karena pilkades dan selalu melandaskan diri kepada prinsip demokrasi berasaskan pancasila.
Jangan kita kembali kepada kesalahan masa lampau yang kita perbuat, sebab salah implementasi nilai demokrasi adalah partisipasi masyarakat dan diharapkan pilkades / pilkalem berjalan dengan baik tanpa ada kericuhan sedikitpun, tambah Jimmy.

Pos terkait