Bupati Manokwari Kecam dan Mengutuk Aksi KKB yang Menewaskan Warga Sipil di Jln Trans Bintuni

 

MANOKWARI – Sehubungan dengan peristiwa pembunuhan yang sangat biadab dan tidak manusiawi yang menewaskan empat orang warga sipil asal Sulawesi Selatan di perbatasan kabupaten Teluk Bintuni dan juga kabupaten maybrat.

Bacaan Lainnya

Sebagai bupati Manokwari atas nama pemerintah daerah dan masyarakat kabupaten Manokwari untuk menyertakan sikap dan rasa keprihatinan atas kejadian yang keji tersebut.

Dihadapan awak media, Bupati Manokwari, Hermus Indou menyampaikan rasa prihatin dan rasa duka cita yang sangat mendalam kepada keluarga korban atas meninggalnya 4 orang warga sipil asal Sulawesi Selatan yang terbunuh oleh sekelompok orang bersenjata yang tidak dikenal (OTK) di perbatasan kabupaten teluk Bintuni dan kabupaten teluk Maybrat pada beberapa waktu lalu.

“Doa kami kiranya Tuhan senantiasa memberikan penghiburan kekuatan serta ketabahan kepada keluarga korban untuk menerima kejadian ini secara ikhlas” tutur Bupati.

Baca Juga :   Resmikan Rumah Pastori Kasih Kalvari, Bupati Manokwari Nyatakan Kesiapan Mendukung Kelanjutan Pembangunan Gereja

Bupati dengan tegas mengecam dan mengutuk setiap tindakan yang sangat tidak manusiawi yang telah melanggar hak asasi manusia dan menewaskan 4 orang warga sipil asal Sulawesi Selatan beberapa hari lalu di perbatasan kabupaten Teluk Bintuni dan kabupaten Maybrat.

Bupati mendesak pihak TNI- Polri khususnya pangdam XVIII Kasuari dan Kapolda Papua barat untuk tidak hanya mengevakuasi dan mengirim jenazah dari keempat korban itu sampai ke tempat, tetapi sangat diharapkan TNI polri sebagai perangkat negara harus mampu untuk melindungi dan menyelamatkan setiap nyawa warga negara Indonesia yang berdiam dan membangun kehidupannya di tanah Papua.

“Untuk itu kami sangat berharap agar TNI polri segera memburu dan melakukan pengajaran serta penangkapan terhadap seluruh pelaku yang telah melakukan kejahatan pembunuhan yang telah menewaskan empat orang warga sipil Sulawesi Selatan serta memproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan menjatuhkan hukuman yang seberat-beratnya setimpal dengan perbuatan mereka” harap Bupati.

Baca Juga :   Manokwari Diusulkan Jadi Kabupaten Peduli HAM

Pihaknya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat di kabupaten Manokwari untuk tetap waspada dan bersama-sama dengan anggota TNI-Polri untuk secara bersama-sama melakukan deteksi dini terhadap semua orang yang tidak dikenal yang hendak masuk dan menyusup di daerah atau wilayah adat kita dengan tujuan tertentu yaitu ingin memporak-porandakan atau memprovokasi dengan ideologi-ideologi lain di luar dari ideologi Pancasila dan juga negara kesatuan republik Indonesia dan hendak menciptakan huru-hara dan juga menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di kabupaten Manokwari yang terancam tidak stabil.

Bupati mengajak masyarakat untuk bersatu melawan semua kelompok masyarakat yang hendak melawan negara ini dan menciptakan kerawanan sosial bagi kehidupan kita di kabupaten Manokwari.

Dan menghimbau kepada TNI polri supaya dalam melaksanakan tugas kamtibnas tetapi juga pengamanan kedaulatan negara supaya tetap tidak menganggap remeh untuk berjalan tanpa membawa senjata.

Baca Juga :   Bangun SDM Papua Maju, Norman Tambunan Buka Kursus Komputer Gratis Bagi Anak Putus Sekolah

” Karena tentara dan polisi identik dengan senjata, jadi kalau dalam bertugas tidak membawa senjata itu sebuah kerugian besar dan saya kira kita harus belajar dari pengalaman-pengalaman yang sudah terjadi Banyak anggota TNI polri kita yang korban mati begitu saja dihantam oleh orang-orang tidak dikenal karena tidak dibekali senjata” kata bupati.

“Saya ingin menyampaikan bahwa anggota TNI polri yang mati itu juga manusia sama seperti kita dan mereka juga punya keluarga, jadi kalau mereka meninggal dalam tugas tanpa diperlengkapi dengan kelengkapan-kelengkapan TNI polri yang cukup untuk melindungi diri sendiri maka saya kira kita dalam bertugas pun sedang melakukan kelalaian” terang Bupati.

“Karena itu mari kita jaga wilayah kita semua dengan aman dan damai dan mari kita waspada terhadap setiap orang yang hendak masuk menyusup di daerah kita dengan tujuan yang tidak jelas ingin mengancam keberadaan negara kita” tandas Bupati.(Red/VR)

Pos terkait