Bawaslu Ajak Para Tokoh di Wondama Berperan Lawan Politik Uang dalam Pemilu 2024

WASIOR, Kabartimur.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Teluk Wondama mengajak para pemangku kepentingan untuk ikut berperan menimalisasi praktik kecurangan dalam Pemilu 2024 terutama politik uang atau money politic.

Ajakan itu disampaikan pada acara Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pemilu 2024 di aula Hotel Iriati Beach Wasior, Kamis (8/2/2024).

Kegiatan tersebut dihadiri tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, ketua paguyuban daerah serta pimpinan ormas lainnya.

Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubla Bawaslu Teluk Wondama Askanar Kapisa mengatakan politik uang merupakan satu dari tiga isu krusial dalam Pemilu 2024 yang mendapatkan atensi khusus dari Bawaslu.

Masa tenang yang berlangsung dari 11-13 Februari ditenggarai menjadi momen yang biasa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menggencarkan politik uang demi meraih suara dari para pemilih.

Karena itu menurut Askanar, peran aktif para pemangku kepentingan seperti tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, pimpinan ormas maupun paguyuban suku dan lainnya sangat diperlukan untuk memastikan Pemilu 2024 dapat berjalan jujur, adil dan bermartabat.

Baca Juga :   Kecam Persekusi Mahasiswa Papua di NTT, Flobamora Wondama Sampaikan Permohonan Maaf ke Warga Papua

“Kami Bawaslu terbatas personel tetapi juga kelembagaan. Secara geografis juga tidak memungkinkan untuk pengawasan kami, “ucap Askanar.

“Jadi peran dari bapak ibu semua untuk membantu kami dalam pengawasan partisipatif itu sangat kami butuhkan terutama dalam masa tenang. Karena masa tenang itu titik rawan terutama yang berkaitan dengan politik uang, “lanjut Askanar.

Tokoh Agama Islam Teluk Wondama Abudin Ohoima mengatakan permainan uang dalam Pemilu termasuk di Teluk Wondama sudah merupakan rahasia umum yang terus terjadi.

Bahkan disinyalir dalam Pemilu 2024 peredaran uang haram untuk membeli suara masyarakat diyakini jauh lebih massif dari hajatan Pemilu sebelumnya.

Karenanya Abudin juga mengajak para tokoh agama lainnya turut serta mengawal Pemilu 2024 agar tidak terjadi praktik jual beli suara masyarakat.

“Saya sendiri sudah sering menyampaikan kepada umat saya melalui ceramah-ceramah agar pilih dengan hati nurani, lihat kemampuan dari caleg itu. Bukan karena dikasih uang. Jadi saya mengajak teman-teman semua khususnya tokoh agama kita menjaga tempat-tempat ibadah kita agar tidak dikotori dengan politik uang, “kata Abudin.

Baca Juga :   Corona di Wondama Tembus 100 Kasus, Dua Pejabat Pemkab Ikut Terinfeksi

Wakil Sekretaris Dewan Adat Papua (DAP) Daerah Wondama Yunus Sarumi menyatakan pihaknya siap ikut serta mengawasi pelaksanaan Pemilu 2024.

Termasuk melaporkan bilamana ditemukan adanya pelanggaran terutama terkait politik uang.

“Kami dewan adat sebagai pemilik rumah besar Teluk Wondama siap mengawal Pemilu 2024. Namun kami berharap kalau ada laporan yang masuk, Bawaslu harus bisa menindaklanjuti sampai tuntas. Supaya ada efek jera bagi yang lain, “kata Sarumi.

Senada, Oridek Awom, Ketua Ikatan Keluarga Biak Teluk Wondama juga menyatakan pihaknya siap berperan membantu mengawasi pelaksanaan Pemilu 2024 agar berjalan dengan baik dan lancar serta bersih dari segala bentuk kecurangan dan pelanggaran.

“Saya sudah sampaikan kepada masyarakat saya bahwa kalau ada pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat saya dari Suku Biak, maka itu akan ditindak tegas dan harus diproses hukum. Ini harus supaya Pemilu ini dapat berjalan dengan baik, “tandas Awom.

Baca Juga :   Produktif di Tengah Pandemi, Bupati Imburi Senang Petani Asli Wondama Kembangkan Padi Ladang

Terkait itu, Askanar Kapisa menyatakan Bawaslu siap menerima dan menindaklanjuti laporan dari masyarakat terkait pelanggaran Pemilu.

“Kami dari Bawaslu tetap siap dalam hal penegakkan aturan. Bapak ibu silahkan lapor kalau menemukan pelanggaran. Kami ada posko penerimaan laporan dan juga ada Sentra Gakkumdu yang siap memproses, “ucap Askanar. (Nday)

 

 

Pos terkait