Bandara I.S Kijne akan Percepat Kemajuan Wondama, Ekonomi Bergerak serta Pariwisata Tumbuh

  • Whatsapp

WASIOR – Pembangunan Bandar Udara baru Kabupaten Teluk Wondama di Mawoi Kampung Dotir Distrik Wasior yang diberi nama Bandara Izaak Semuel Kijne rencananya dimulai pada 2022.

Sesuai masterplan, Bandara I.S Kijne direncanakan memiliki landasan pacu (runway) sepanjang 2.200 meter sehingga bisa didarati pesawat ukuran besar.

Adanya Bandara baru diyakini akan mendorong masuknya investor sehingga bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Teluk Wondama. Bandara baru juga dipercaya bisa mempercepat kemajuan daerah sehingga Wondama bisa keluar dari ketertinggalan.

Adapun saat ini lapangan terbang di Kabupaten Teluk Wondama yang berada di Wasior masih berstatus Bandara Perintis dengan landasan pacu hanya 600 meter.

“Kalau tidak ada Bandara, sekarang cuma Susi Air saja yang masuk. Investor siapa yang mau masuk kalau model begini. Kita butuh penggerak-penggerak ekonomi di daerah ini. Dia nanti menetes ke bawah.

Kalau ini terbuka mudah-mudahan ada sesuatu yang kita dapatkan dan daerah ini bisa cepat maju,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Papua Barat Abdullatief Suaeri.

Suaeri menyampaikan pada acara Konsulitasi Publik Ulang Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Bandara I.S Kijne di Balai Kampung Dotir Distrik Wasior baru-baru ini.

Mantan Pjs Bupati Teluk Wondama ini mengatakan pembangunan fisik Bandara I.S Kijne sedianya telah dimulai pada 2018 namun terus tertunda sampai sekarang ini lantaran terkendala pelepasan tanah.

Itu sebabnya dia berharap persoalan tanah bisa diselesaikan dengan baik sehingga pembangunan Bandara tidak lagi terhambat.

“Bandara ini yang dibangun seharusnya pada 2018 akhirnya tertunda. Uangnya sudah ada dikasih kembali ke negara. Kita berdoa mudah-mudahan 2022 itu sudah terbangun. Soal tanah bisa diselesaikan dengan baik tapi tahun depan harus bangun. Pak Gubernur sudah memberikan jamiman itu, Kemenhub sudah berikan jaminan itu,”lanjut Suaeri.

Dukung Pariwisata

Penjabat Bupati Teluk Wondama Eduard Nunaki Untuk itu Nunaki juga berharap masyarakat mendukung percepatan pembangunan Bandara I.S Kijne.

“Masalah tanah kami minta untuk nanti kita bicara sama-sama, jangan kitong baku marah. Jangan kitong pikir kitong punya hidup hari ini tapi kitong pikir ke depan.

Saya punya anak, dia punya anak, anak cucu kita. Anak cucu kita bisa kerja di bandara situ. Maka berkat kita akan terima di situ. Dampak dari pembangunan itu, ekonomi akan bertumbuh,”ujar Nunaki.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua Barat ini menyatakan kehadiran Bandara baru dibutuhkan untuk mendukung kemajuan pariwisata yang menjadi sektor unggulan Kabupaten Teluk Wondama.

“Bandara ini datang maka Pulau Auri (objek wisata unggulan) akan hidup, pariwisata jalan, turis datang. Bule dorang datang maka mama dorang bisa jualan. Dampak dari pembangunan lapangan terbang itu ekonomi tumbuh,”ucap Nunaki.

Seperti telah diberitakan, Marga Marani yang terdiri dari 9 turunan sebagai pemilik hak ulayat lokasi tanah Bandara di Mawoi telah sepakat untuk melepas tanah adat mereka seluas 280 hektar untuk pembangunan Bandara baru. (Nday)

Pos terkait