Anggota DPR-RI Komisi 10 Amran SE, menyayangkan Pengembangan Ekonomi Kreatif (BE-KRAF), di Enrekang tidak berjalan maksimal

  • Whatsapp

 

Enrekang kabartimur.com-Anggota DPR RI H. Amran SE, Legislator dari Fraksi PAN dari komisi 10, dalam kunjungan resesnya di Kabupaten Enrekang,  selain melakukan jaring Asmara di sejumlah Kecamatan, ia juga menggandeng sebuah Lembaga Badan Ekonomi Kreatif (Be-Kraf), guna melakukan bimbingan kepada masyarakat terkait peluang usaha  dalam pengembangan Ekonomi Kreatif, sekaligus peluang pasar produk Kreatif Keluar Negeri.

 

Menurut Amran SE, bahwa salah satu program andalan Nasional, yang telah dicanangkan oleh Presiden RI, Jokowidodo adalah Program Pengembangan Ekonomi Kreatif, yang alokasi anggarannya untuk APBN Tahun Anggaran 2018, sudah ketuk palu sebesar Rp. 746 Milyaar yang hanya diperuntukkan untuk pengembangan Bekraf di Seluruh Indonesia.

 

“Salah satu peranan DPR-RI, adalah bagaimana mendukung Program ini, dan Saya sangat bersyukur atas kesediaan Bekraf datang di Kabupaten Enrekang untuk membagikan Ilmunya, karena sesuai penelitian kami Pengembangan Ekonomi Kereatif di Kabupaten Enrekang sangat disayangkan karena belum berjalan secara maksimal, lantaran beberapa faktor, yakni pengrajin masih kurang kreatif,  dan jarang membuat kreasi yang tampil beda, kemudian juga sangat jarang bekerja sama dengan Pemda, demikian sebaliknya”papar Amran (6/11/2017).

 

“Saya menyarankan agar agar Be-Kraf di Kabupaten Enrekang, harus mampu membuat kegiatan yang ada Kaitannya dengan Pariwisata, dan berupaya agar hasil kreasi kerajinan ciri khas Enrekang juga dapat tampil di Pusat, agar kita tidak menjadi korban nyontek oleh daerah lain, seperti Kopi, Musik Bambu, itu asalnya dari Enrekang tapi di contek oleh daerah lain”jelas Amran SE, menambahkan.

 

Selanjutnya Asisten II, pemkab Enrekang Drs. H. Mustakim mewakili Bupati Enrekang H. Muslimin Bando menjelaskan bahwa sekalipun pengembangan program Ekonomi Keatif di Enrekang diakuinya sebagai tembakan finalti buat pemkap Enrekang, namun dijelaskan pula bahwa dalam upaya peningkatan dan pengembangannya Pemkab mengalami beberapa kendala salah satunya adalah masaalah Permodalan,

 

“Betul kami mengakui bahwa Program pengembangan Ekonomi Kereatif, di Kabupaten Enrekang merupakan tembakan finalti buat Pemkab Enrekang, namun hal tersebut, disebabkan oleh faktor pendanaan, kemudian kendala lain adalah belum adanya Badan Ekonomi Kreatif yang terbentuk di Enrekang, untuk fokus menangani masaalaah produk Ekonomi Kreatif (Bekraf), saat ini masih melekat di Dinas Perindustrian dan Perdagangan

“Jelas Mustakim.

 

Pada kesempatan tersebut Kasubdin Pemasaran Luar Negeri Bekraf Noviza Dwiarti Arsyad Tulung Agung, yang tampil sebagai salah satu pemateri mengatakan, sesuai informasi dan hasil penelitian yang diperoleh dikatakan bahwa Potensi wisata di Kabupaten Enrekang, sehingga dapat menjadi salah satu pendukung tumbuhnya peluang usaha bagi pelaku Ekonomi Kreatif.

 

“Bekraf siap memberikan pendampingan dan perlindungan hukum terhadap hak cipta, para Pelaku Ekonomi Kreatif di Enrekang, seperti nama Kopi Arabika, di Negara Eropa dikenal berasal dari Enrekang, tapi saya heran mengapa bukan namanya Enrekang, peluang ini dapat di kembangkan, juga terkait masaalah permodalan Bekraf siap memfasilitasi, sepanjang produksinya sudah berjalan dan layak untuk meraih peluang pasar Luar Negeri”tutup Noviza.  (Zaini).

 

Ket. Gambar  : Foto bersama Asiten Pembangunan Pemkab Enrekang Drs. H. Mustakim, Angt. DPR-RI H. Amran SE, didampingi Pemasaran Luar Negri Ny. Noviza Dwiarti Arsyad tulung Agung. saat menghadiri rapat sosialisasi Ekonomi Kreatif (Be-Karaf), di Mountstain Erotic Villa Bambapuang (Resting House).Senin, 6 Nopember 2017.

Pos terkait