Anggaran Pengamanan Pilkada Wondama 2020, Polres Terima 7 M, TNI Dapat 1 M

  • Whatsapp

WASIOR – Pemkab Teluk Wondama Papua Barat mengucurkan anggaran pengamanan Pilkada 2020 sebesar 7 miliar kepada Polres Teluk Wondama dan 1 miliar untuk TNI AD melalui Kodim Manokwari.

Anggaran pengamanan Pilkada itu tertuang dalam Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang ditandatangani bersama di Gedung Sasana Karya, kompleks kantor bupati di Isei, Jumat (13/3/2020).

Penandatanganan NPHD dilakukan oleh Wakil Bupati Paulus Indubri atas nama Bupati Bernadus Imburi, Kapolres AKBP Danang Sarifudin dan Komandan Pos BKO Kodim Persiapan Teluk Wondama Kapten Bambang atas nama Dandim Manokwari.

Wakil Bupati dalam kesempatan itu mengakui anggaran pengamanan Pilkada yang tertuang dalam NPHD sudah melalui proses rasionalisasi menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

Adapun sebelumnya Polres Wondama mengajukan permohonan dana pengamanan sebesar 11,5 miliar yang mana sudah termasuk di dalamnya anggaran untuk TNI.
“Kami harapkan dana yang diberikan bisa memberikan dukungan kepada jajaran kepolisian dan TNI untuk menjaga keamanan selama Pilkada sampai dengan selesai, “ kata Indubri.

Kapolres Danang ditemui usai penandatanganan NPHD menyatakan pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk memastikan Pilkada 2020 berjalan aman lancar dan sukses.

“Jadi beban kami di sini dengan dukungan dana yang sebesar itu ya, menjadi tuntutan kami harus betul-betul profesional dan bisa mengantar proses tahapan pemilu itu benar-benar lancar tidak ada ancaman sekecil apapun, “ kata Danang.

Kapolres menyebut pihaknya sudah melakukan pemetaan titik-titik rawan dalam Pilkada 2020 di Wondama. Ada tahapan-tahapan tertentu yang mendapatkan perhatian khusus antara lain pada tahapan pendaftaran pasangan calon yang dijadwalkan dimulai pada Juni mendatang.

“Mulai dari tahapan pendaftaran calon, itupun sudah ada potensi ancaman yang kita analisa. Dan di situ ada pola-pola pengamanan dengan cara-cara kami sendiri termasuk misalnya pengamanan melekat kemudian pengamanan tempat kegiatan pendaftaran calon, “ ujar Danang.

“Lebih-lebih di tahapan pelaksanaan itu perkuatannya berapa, sarana pendukung kemudian jumlah personil yang dilibatkan termasuk dari TNI dan Satpol PP, itu sudah kami perhitungkan semua, “kata alumni Akpol tahun 2000 ini. (Nday)

Pos terkait