HKN, Dinkes Wondama Gelar Jalan Santai dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

  • Whatsapp

WASIOR – Sekretaris Daerah Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat Denny Simbar menyerukan pentingnya budaya hidup sehat di tengah masyarakat dengan membiasakan diri berolahraga, pola makan yang teratur, menjaga kebersihan lingkungan, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Sekda menyampaikan itu pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2019 di Kabupaten Teluk Wondama yang dipusatkan di Taman Masasoya Topai Wasior, Selasa pagi.

Peringatan HKN 2019 diawali dengan jalan santai bersama mengambil star dari depan lapangan Miei dan finis di Taman Masasoya Topai Wasior. Selanjutnya digelar senam Cerdik bersama dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.

“Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) itu harus diimplementasikan salah satunya dengan jalan santai dan nanti kita juga akan senam. Artinya setiap hari kita paling tidak harus berolahraga paling tidak 30 menit untuk memenuhi persyaratan hidup sehat.

Juga yang utama kita harus meningkatkan prilaku hidup sehat tetapi juga mengurangi perilaku yang tidak sehat, “ ucap Sekda.

Hal lain yang juga penting adalah menjaga kesehatan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta sarana sanitasi yang bersih agar tidak terkontaminasi dengan bibit penyakit.

“Untuk mewujudkan itu harus ada kolaborasi antara Pemda, masyarakat dan semua lembaga lainnya, “ lanjut Simbar.

Di temui di sela-sela acara, Kepala Dinas Kesehatan dr Habel Pandelaki mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan untuk bisa menghadirkan layanan kesehatan yang memadai sebagaimana yang diharapkan masyarakat Wondama.

Antara lain banyak Puskesmas Pembantu (Pustu) yang selama ini tidak beroperasi sehingga layanan kesehatan bagi masyarakat di kampung menjadi terputus. Juga terkait keterbatasan tenaga medis pada fasilitas kesehatan yang berujung pada layanan kesehatan yang tidak maksimal.

“Rakornis (rapat koordinasi teknis Dinas Kesehatan pada awal November lalu) menjadi media yang tepat untuk mendengar dan mengetahui kondisi sebenarnya. Hasilnya tenaga akan kita lengkapi. Pustu yang dikeluhkan tidak aktif, tidak berjalan sesuai fungsinya karena tidak ada petugas.

Kita akan lakukan penataan jadi kita tempatkan tenaga sesuai kebutuhan. Lalu Pustu diaktifkan, diberikan operasional. Selama ini operasional hanya di Puskesmas dan tergantung kebijakan Kepala Puskesmas. Dalam Rakornis kita putuskan itu harus jelas pembiayaan dan tugas pokok, “ ujar Pandelaki. (Nday)

Pos terkait