155 Tahun Injil Masuk Wondama, Momentum Memperkuat Ketaatan akan Panggilan Tuhan

  • Whatsapp

WASIOR – Peringatan hari ulang tahun Pekabaran Injil (PI) di Kabupaten Teluk Wondama yang ke-155 hendaknya menjadi momentum untuk membangkitkan kembali ketaatan terhadap firman Tuhan.

Lewat tema ‘Suara Yesus Ku Dengar’ (Nyanyian Rohani 155), Umat Kristen di Wondama diharapkan lebih peka mendengarkan suara Tuhan dengan mengamalkan nilai-nilai Injil dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan ini disampaikan Ketua Klasis GKI (Gereja Kristen Injili) Wondama Pendeta Rosalie Wamafma pada ibadah syukur peringatan HUT PI ke-155 di Wondama di gereja GKI Jemaat Maranatha Iriati, Wasior, Selasa (4/5/2021).

Menurut Pendeta Ros, demikian dia biasa dipanggil, nilai-nilai Injil yang merupakan ‘kabar suka cita dari Allah’ saat ini semakin luntur.

Hal itu menjadi tantangan besar bagi segenap umat Kristen juga bagi gereja sendiri. Karena itu ketaatan terhadap firman Tuhan yang ada dalam Injil itu sendiri harus terus diperkuat.

“(Tema HUT PI) Suara Yesus Ku Dengar berarti bahwa dengan suara Yesus kita butuh ketaatan supaya persekutuan kita menjadi kuat, kesaksikan kita menjadi kuat dan semoga kita bisa menjadi anak-anak Tuhan dalam posisi apapun dalam jabatan apapun kita tidak mengurangi nilai Injil tetapi justru kita bisa mengimplementasikan nilai-nilai Injil itu,”ucap Pendeta Ros.

Sekda Teluk Wondama Denny Simbar mengatakan, masuknya Injil ke Wondama pada 4 Mei 1866 telah menghadirkan transformasi yang besar dalam kehidupan orang Wondama. Hal itu dibuktikan dengan banyak kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan yang kini dirasakan orang Wondama.

Oleh karena itu Pemda berharap HUT PI di Wondama yang ke-155 bisa menjadi momentum bagi gereja-gereja di Wondama untuk semakin meningkatkan kualitas pembinaan terhadap umat sehingga iman umat semakin bertumbuh dan terus setia menjalankan tri panggilan gereja yakni bersaksi, bersekutu dan melayani.

“Kita semua punya tanggung jawab untuk mendidik masyarakat agar memiliki moral yang baik sehingga pembangunan di daerah ini bisa berjalan dengan baik,” ucap Simbar yang hadir mewakil Penjabat Bupati Eduard Nunaki.

Untuk diketahui, Injil pertama kali masuk dan diberitakan kepada orang-orang Wandamen – sebutan untuk orang asli Wondama oleh Penginjil Eropa Frans Mosche pada 1866 atau 11 tahun setelah Injil mendarat Tanah Papua di Pulau Mansinam, Manokwari oleh zendeling Ottow dan Geisller.

Dengan diantar 20 pendayung dari Pulau Mansinam, Mosche dan rombongan tiba di Pulau Roswar tepatnya di Kampung Yomber pada 4 Mei 1866. Dari Yomber, pemberitaan Injil kemudian meluas ke wilayah Windesi, Pulau Roon hingga ke Aitumeiri di Miei Wasior yang kemudian mencakup seluruh wilayah Teluk Wondama.

Pemkab Teluk Wondama sejak masa kepemimpinan bupati pertama Alberth Torey telah menetapkan 4 Mei sebagai hari libur fakultatif.(Nday)

Pos terkait