Wondama Belum Punya Angkutan Umum, Dishub Rencana Adakan Bus untuk Transportasi Massal

WASIOR – Kabupaten Teluk Wondama telah berusia 19 tahun. Namun sampai saat ini belum tersedia angkutan umum yang memadai sebagai sarana tranportasi massal bagi masyarakat.

Alhasil, warga Teluk Wondama termasuk di kawasan ibukota yang meliputi distrik Wasior dan sekitarnya lebih banyak mengandalkan ojek sepeda motor sebagai tranportasi utama.

Padahal diketahui ojek (ojek konvensional) belum dikategorikan sebagai angkutan umum.

Kepala Dinas Perhubungan Bernadus Setiawan mengatakan pihaknya telah merencanakan pengadaan bus untuk transportasi umum di wilayah kota Wasior dan sekitarnya.

Termasuk menjangkau kampung-kampung di pinggiran kota. Hanya saja kepastiannya tergantung pada kesediaan anggaran daerah.

“Ke depan kalau dana memungkinkan kami akan siapkan bus massal yang dipersiapkan untuk menjangkau masyarakat sampai ke kampung. Kita sudah punya shuttle ataupun terminal bus di pinggir jalan, sudah ada 7 itu, nanti kita persiapkan sebagai tempat pemberhentian, “kata Bernard usai upacara Hari Perhubungan Nasional di Wasior, baru-baru ini.

Baca Juga :   Solidaritas Masyarakat Wondama Galang Bantuan untuk Korban Kebakaran Borobudur

Sementara untuk angkutan antar distrik yang telah terhubung jalan darat, menurut Bernard, pihaknya berencana menggandeng Perum DAMRI untuk menjadi penyedia jasa transportasi.

“Kami sudah menghubungi pihak DAMRI sehingga mereka bisa dengan kendaraan roda empat yang bertenaga 4 gardan itu bisa menjangkau masyarakat yang ada di pinggiran, “ujarnya.

Adapun untuk konektivitas antar pulau serta wilayah pesisir, Pemkab Wondama telah memesan tiga bus air jenis Ro-Ro (roll on/roll off). Rencananya bus air roro itu nantinya akan dioperasikan oleh PT. ASDP.

Sebelumnya, warga kota Wasior mengeluhkan belum adanya angkutan umum yang membuat mereka terpaksa bergantung pada tukang ojek. Sementara seiring kenaikan harga BBM, tarif ojek pun makin naik sehingga semakin membebani warga.

“Coba di kabupaten ini ada taksi ka (angkutan kota), kitong ini tiap hari naik ojek saja, baru sekarang ojek ini dorang minta mahal sekali gara-gara BBM naik ini.

Baca Juga :   Premium Langka di Wondama, Indubri : Jangan Jadikan BBM Isu Politik untuk Diskreditkan Pemda

Kalau ada taksi kan bisa lebih murah terus kalau hujan kitong tidak basah, kalau panas juga tidak rasa panas, “ kata Lois W, seorang ibu rumah tangga.

Komisi C DPRD Teluk Wondama sebelumnya juga telah mendorong Pemkab untuk menyiapkan transportasi umum sebagai sarana mobilitas warga. Setidaknya untuk menjangkau tiga distrik di wilayah perkotaan yakni Wasior, Wondiboi dan Rasiei.

“Sudah waktunya kita punya angkutan umum dalam kota supaya bisa memudahkan masyarakat ke mana-mana. Kalau ada angkutan kota kan masyarakat punya pilihan, tidak hanya mengandalkan ojek saja, “kata Ketua Komisi C Remran Sinadia. (Nday)

 

Pos terkait