Wabup Harap Kemitraan Seluruh Pemangku Kepentingan Wujudkan Manokwari Bebas Stunting

MANOKWARI, kabartimur.com- “Saya berharap kemitraan dan keseriusan seluruh pemangku kepentingan dapat terus dikuatkan untuk mewujudkan Kabupaten Manokwaria bebas dari stunting dan gagal tumbuh anak-anak kita dan penurunan Stunting di kabupaten Manokwari khususnya di distrik Tanah Rubuh harus menjadi perhatian bersama semua pihak”.

Hal tersebut disampaikan oleh wakil bupati Manokwari, Drs Edi Budoyo saat membuka kegiatan sosialisasi Kelompok kerja (Pokja) tim percepatan penurunan stunting dan tim pendamping keluarga di distrik Tanah Rubuh, Sabtu (21/1/2023).

Bacaan Lainnya

Dikatakan oleh Budoyo bahwa penurunan stunting sangat menjadi perhatian agar anak-anak yang merupakan generasi bangsa tidak mengalami gagal tumbuh karena kekurangan gizi.

Baca Juga :   Wabup Bupati Manokwari Ingatkan ASN Jaga Netralitas

Diakui Budoyo bahwa penurunan stunting di kabupaten Manokwari telah menurun yang awalnya mencapai angka 56 dan saat ini hanya ada 9 berdasarkan data dari BKKBN dan dinas kesehatan.

“ini merupakan tugas yang harus kita laksanakan dengan serius oleh tim pendamping keluarga di tingkat distrik maupun di tingkat Kampung” ujar Budoyo.

Terlebih khusus kepada kepala Puskesmas Tanah Rubuh, dalam 3 bulan harus berhasil menangani kekurangan gizi yang dialami oleh anak-anak di distrik Tanah Rubuh.

Budoyo menjelaskan bahwa stunting itu gagal tumbuh dalam artian anak-anak yang kita sayangi , kasihi dan cintai bisa bertumbuh dengan baik sehingga ketika menempuh jalur ke institusi seperti TNI Polri maupun IPDN dan institusi lainnya bisa diterima karena memenuhi standar dari ketinggian.

Melalui kegiatan sosialisasi Budoyo berharap tercipta komitmen bersama seluruh pihak dalam menanggulangi permasalahan stunting atau gagal tumbuh melalui program yang telah dirancang dapat terlaksana dengan baik karena masalah stunting telah menjadi agenda pembangunan nasional.

Baca Juga :   Pemkab Manokwari¬† Berangkatkan ¬†Bantuan 2 Kontainer Plus Uang Tunai Ke Sentani

“Hal ini merupakan program strategis secara nasional dimana sebagai kepala daerah harus dengan serius melaksanakan program penanggulangan stunting ini supaya gagal tumbuh anak-anak terkasih kita tidak ada lagi” terang Budoyo.

Disebutkan bahwa untuk distrik Tanah Rubuh itu yang yang resiko-resiko gagal tumbuh atau stunting tinggal 9 sehingga diharapkan dalam waktu yang tidak lama bisa teratasi.

Diektahui ,Menjadi agenda pembangunan nasional yang diatur dalam peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2021 bahwa penurunan stunting atau gagal tumbuh merupakan sinergitas atau upaya bersama yang mutlak dilaksanakan di antara pemerintah dan stakeholder lainnya dan faktor yang wajib diperhatikan agar upaya penurunan stunting atau gagal tumbuh dapat tepat sasaran dengan adanya kualitas data.

Budoyo menyebut , Prevalensi stunting atau gagal tumbuh di Manokwari secara keseluruhan masih 22,6% namun pencanangan dari pemerintah pusat harus diikuti sampai ke Kabupaten telah dicanangkan dan tahun 2024 hanya mencapai 14%.

Baca Juga :   Prevalensi Stunting di Kabupaten Manokwari Capai 22,6%

“Jadi 14% di tahun 2024, Kabupaten Manokwari punya waktu 2 tahun dan untuk Distrik Tanah Rubuh telah berkomitmen dalam waktu 3 bulan dan ini merupakan program nasional yang harus kita dukung kesuksesannya” harapnya.

Pihaknya menghimbau kepada Kepala Puskesmas, bidan desa, petugas gizi, petugas lapangan dengan tim Posyandu dan tim pendamping keluarga untuk dapat selalu bekerja sama secara sinergis melakukan pendataan bagi bayi dan balita yang berpotensi gagal tumbuh.

Kepada kepala distrik diminta untuk memfasilitasi serta mengkoordinir para kepala kampung serta memastikan kegiatan untuk penurunan gagal tumbuh di tingkat kampung dana desa dapat digunakan untuk kesehatan bagi ibu dan anak.(Red/*)

Pos terkait