W20, Kanal Pembayaran Pajak dan Retribusi di Papua Barat Diluncurkan

MANOKWARI, Kabartimur.com- Dalam Rangka pelaksanaan kegiatan Side Event Women 20 (W20) dan Fre-event Fekdi, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Papua Barat resmi melaunching produk layanan pemerintah daerah berbasis elektronik.

Kegiatan launching dibuka langsung oleh penjabat gubernur Papua Barat, Komjen (Purn) Drs Paulus Waterpauw MSi didampingi Bupati Manokwari, Hermus Indouw SIP MH, Ketua Umum Kowani, Dr Ir Giwo Rubianto Wiyogo MPd, Direktur Kepatuhan BPD Papua, Betty J. Parinussa, yang ditandai dengan pemukulan Tifa bersama di Swissbell Hotel Manokwari Kamis , (9/6/2022).

Bacaan Lainnya

Kepala Kantor Perwakilan BI Papua Barat, Rut W Eka Trisilowati menyebutkan bahwa berdasarkan data menunjukkan perempuan terus tertinggal dalam penggunaan seluler dan internet, serta memiliki pengetahuan keuangan lebih rendah dari pria di banyak negara, baik maju maupun berkembang.

Trisilowati menyampaikan, kegiatan pre-event Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (Fekdi) Papua Barat dilakukan secara offline dan online yang menghadirkan Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Filianingsih Hendarta, Penjabat Gubernur Papua Barat, Komjen (Purn) Drs Paulus Waterpauw MSi, Bupati Manokwari, Hermus Indouw SIP MH.

Selain itu, Pre-event Fekdi BI Papua Barat juga menggelar talkshow bertajuk Empowering Women in the Digital Economy for Better Access and Opportunities dengan pembicara Ketua Umum Kowani, Dr Ir Giwo Rubianto Wiyogo MPd, Direktur Kepatuhan BPD Papua, Betty J. Parinussa, dan Akademisi Pemerhati Gender dan Perempuan, Els Rieke Teneke Katmo SP MSi PhD.

Baca Juga :   Imunisasi MR di Manokwari Capai 7,75 Persen

Pre-event Fekdi BI Papua Barat ini juga dimeriahkan dengan pameran UMKM produk khas Papua Barat di Manokwari City Mall hingga 11 Juni 2022.

Sementara itu bupati Manokwari, Hermus Indou dalam sambutannya menyampaikan Tim Pencapaian Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah ( TP2DD) sekaligus launching ATM sebagai kanal pembayaran pajak dan retribusi di papua barat khususnya Kabupaten Manokwari.

Bupati mengucapkan apresiasi sebesar-besarnya kepada Bank Indonesia provinsi Papua barat yang telah menginisiasi sinergi dan kolaborasi antara Side Event Women 20 Papua Barat yang mengambil teman “Inclusive Growth To Build Resilience:Disabilities”dengan free event fake di Bank Indonesia yang berfokus kepada akselerasi digitalisasi untuk peningkatan literasi dan inklusi digital masyarakat tidak terkecuali bagi wanita pedesaan dan wanita dengan disabilitas.

Bupati juga mengapresiasi Bank Papua yang telah mempersiapkan kanal transaksi pendapatan daerah melalui ATM untuk pembayaran pajak dan retribusi di kabupaten Manokwari yang juga diresmikan bersama-sama hari ini.

“Izinkan saya juga untuk memberikan apresiasi kepada seluruh narasumber dan tamu undangan yang hadir baik secara langsung ataupun secara online” ujar Bupati.

Baca Juga :   Bupati Manokwari, Melepas Kafilah STQH Kabupaten Manokwari

Menurutnya, tema side even woman 20 kali ini sangat tepat dengan kondisi di Papua barat khususnya di Manokwari di mana wanita pedesaan merupakan salah satu penyumbang tenaga kerja di sektor pertanian. Sebagaimana disampaikan oleh Bank Indonesia, untuk mengatasi keterbatasan wanita pedesaan dan wanita disabilitas salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan digitalisasi.

Bupati Manokwari Harap Digitalisasi Mampu Menjadi Penghubung Masyarakat dalam keterbatasan

Bupati berharap Digitalisasi mampu menjadi penghubung masyarakat dalam keterbatasan khususnya bagi wanita pedesaan dan wanita disabilitas untuk memperoleh akses yang lebih luas baik dalam hal perolehan bahan baku, pemasaran, pendidikan dan pelatihan, maupun pekerjaan.

“Sejalan dengan hal itu Pemkab Manokwari juga senantiasa mendorong digitalisasi di daerah yang salah satunya diwujudkan dengan pembentukan TP2DD dan implementasi pembayaran pajak dan retribusi secara digital” terang Bupati.

Bupati mengungkapkan, sejalan dengan presiden amanat keputusan Presiden No.2 tahun 2021 serta panduan Kemendagri yang tertuang dalam Permendagri nomor 56 tahun, Pemkab Manokwari telah menandatangani SK TP2DD dan siap mendorong penerapan percepatan digitalisasi melalui kebijakan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD) dengan menerapkan prinsip transparansi, akuntabel, tata kelola yang baik (good governance), dan integrasi sistem pengelolaan keuangan daerah.

ETPD sendiri merupakan suatu upaya untuk mengubah transaksi pendapatan dan belanja pemerintah di daerah dari yang sebelumnya menggunakan tunai beralih ke non tunai berbasis digital yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Baca Juga :   Minimalisir Pertumbuhan Kawasan Kumuh, Pemkab Manokwari Akan Menata Pembangunan

Pihaknya mendukung upaya Bank Indonesia untuk memperkuat dan memperluas penggunaan digitalisasi dan kegiatan launching ATM sebagai kanal pembayaran pajak dan retribusi daerah khususnya di kabupaten Manokwari serta launching Pasar modern Sebagai Pasar, Inovatif, dan Aman Pakai (S.I.A.P) Qris melalui kegiatan hari ini.

“Hal ini merupakan salah satu milestone yang baik bagi TP2DD.Harapannya ke depan kabupaten Manokwari dapat menjadi role model untuk daerah lainnya di Papua barat untuk elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD)” jelas Bupati.

Masyarakat Diharapkan Mampu Mengimplementasikan Digitalisasi Sistem Pembayaran Kanal Nontunai

Bupati berharap seluruh masyarakat, seluruh pelaku usaha dan tidak terkecuali pemkab Manokwari dapat mengimplementasikan digitalisasi sistem pembayaran melalui kanal nontunai seperti ATM, Mesin EDC, hingga Qris untuk proses belanja sehari-hari pada pasar tradisional ataupun modern dan pemenuhan kewajiban negara.

“Melalui penerapan hal ini, harapan kami mampu membantu meningkatkan inklusivitas dan literasi digital bagi masyarakat tidak terkecuali bagi wanita pedesaan dan wanita. Dengan begitu hal tersebut juga akan turut berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan asli daerah ( PAD) Papua Barat khususnya kabupaten Manokwari” tandas Bupati. (Red/VR)

Pos terkait