Vaksinasi di Wondama Belum Tembus 70 Persen, Satgas Siap Gencarkan Serbuan Vaksinasi ke Pesisir dan Kepulauan

  • Whatsapp

WASIOR – Cakupan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Teluk Wondama sejauh ini masih belum mencapai 70 persen yang menjadi ambang batas terbentuknya kekebalan komunitas (herd immunity).

Berdasarkan data yang dirilis Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, cakupan vaksinasi untuk masyarakat umum di Kabupaten Teluk Wondama hingga 11 Mei 2022 tercatat sebesar 62,4 persen untuk dosis pertama dan 43,8 persen untuk dosis dua. Sementara untuk booster baru mencapai 11,6 persen.

Ditemui di sela-sela memantau pelaksanaan vaksinasi di kota Wasior, Rabu siang, Kapolres AKBP Yohanes Agustiandaru selaku Wakil Ketua Satgas Covid-19 Teluk Wondama menyebutkan, dalam beberapa waktu belakangan ini terjadi penurunan animo masyarakat untuk melakukan vaksinasi dosis pertama dibandingkan pada periode sebelum libur lebaran.

Namun untuk dosis II dan booster justru mengalami peningkatan.

“Tren memang ada penurunan karena dosis I kita sudah mencapai 60,08 persen (sudah terhitung dari 12 Mei hingga 17 Mei) jadi masih ada 9,2 persen lagi untuk menuju 70 persen. Namun tren dosis II dan III tetap meningkat. Kita tetap mengejar juga dosis II dan III tiap harinya,” jelas Ndaru, sapaan karib Kapolres Teluk Wondama.

Maka dari itu, dalam beberapa waktu ke depan, lanjut Kapolres, tim Satgas Covid-19 bersama Dinas Kesehatan dan instansi terkait lainnya berencana akan kembali melakukan vaksinasi kampung ke kampung.

Tidak hanya di wilayah perkotaan yakni di Distrik Wasior, Wondiboi dan Rasiei tetapi juga menyasar ke wilayah pesisir dan kepulauan yang memang sejauh ini cakupan vaksinasinya masih cukup kecil.

“Ke depan kita akan coba lagi ke kampung-kampung, sekolah-sekolah termasuk ke wilayah-wilayah distrik yang di pesisir ataupun yang di pulau-pulau. Kita akan coba ke sana mengajak masyarakat agar masyarakat yang belum sama sekali vaksin mau divaksin,”ujar Ndaru.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Teluk Wondama dr Habel Pandelaki mengatakan, meski secara umum cakupan belum mencapai 70 persen, namun kesadaran masyarakat Wondama untuk melakukan vaksinasi Covid-19 sejak Januari tahun ini sudah jauh lebih baik dibandingkan pada 2021.

Pandelaki secara khusus mengapresiasi upaya yang dilakukan Kepolisian Teluk Wondama bersama dengan prajurit TNI juga instansi terkait lainnya yang terus menerus mengagendakan pelaksanaan vaksinasi massal serta mendorong warga untuk mau divaksin.

“Kita berterima kasih karena lintas sektor berjalan bagus. Terutama dari TNI/Polri mendukung terus mulai dari mengawal vaksin masuk sampai distribusi dan juga pelaksanaan vaksinasi di lapangan, “ujar Pandelaki di ruang kerjanya.

Dia mengakui ada sejumlah hal yang menghambat percepatan vaksinasi di Wondama. Antara lain anggaran untuk menopang kegiatan vaksinasi yang terlambat pencairannya sehingga kegiatan vaksinasi masuk kampung terutama ke wilayah distrik pesisir dan kepulauan belum bisa terlaksana.

“Tetapi kita tetap optimis mulai April ke depan ini kalau semangat kita masih berjalan walaupun di kota tetap berjalan terus, naik setiap hari, tapi kalau di kepulauan bisa dapat kegiatan sekali dua kali kemungkinan besar dosis I akan naik cukup tinggi lalu sebagian dosis III bisa tercapai,”jelas Pandelaki.

Dia menambahkan ada kesulitan lain yang juga menjadi penghambat adalah banyak NIK warga yang bermasalah sehingga datanya tidak bisa diinput ke aplikasi.

“Masih ada kesulitan entry data karena masalah di NIK. Sampai sekarang ada 700-an yang belum bisa ter-entry gara-gara NIK bermasalah,” sebut Pandelaki. (Nday)

Pos terkait