Tolak Intimidasi Terhadap Mahasiswa Papua, Rakyat Papua Lakukan Aksi di Manokwari.

  • Whatsapp

Manokwari-kabartimur.com
Intimidasi terhadap mahasiswa Papua maupun Papua  Barat di Makassar menuai reaksi dari beberapa kalangan di Papua maupun Papua Barat.

Senin (3/12)  Pukul 09.00 Wit,  Dewan Adat Papua Wilayah III bersama  rakyat Papua mendatangi kantor Majelis Rakyat Papua,  menuntut pemerintah bertanggungjawab atas berbagai  intimidasi dan tindakan tidak menyenangkan lainnya yang dialami oleh mahasiswa Papua di Makassar maupun di Surabaya dan Jakarta.

Ketua Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay, Paul F. Mayor dalam Orasinya minta ada ketegasan dari MRP PB dalam memperjuangkan aspirasi dan tuntutan dari Mahasiswa Papua yang sedang menuntut ilmu di luar daerah.

“MRP jangan makan gaji buta saja, jangan duduk diam saja, mahasiswa Papua yang belajar di luar adalah generasi penerus yang sekarang terancam dan terintimiasi. Pemerintah jangan tinggal diam, harus ambil sikap,” Tegas Mayor dalam orasinya.

“Negara ini adalah negara demokrasi, kita setiap orang berhak menyampaikan pendapat baik secara lisan maupun tulisan, sesuai amanah pasal 28 UUD 1945. Kita tidak boleh membiarkan ketidakadilan terus mencederai prinsip-prinsip Demokrasi dan Hak-hak Sipil-Politik,” Lanjut Mayor.

Usai berorasi,  Masa disambut Anggota MRP dari Pokja Adat  menyerahkan pernyataan sikap kepada Ketua MRPB yang didampingi beberapa anggota  MRPB.

Ketua MRPB,  Maksi Ahoren berjanji akan menindaklanjuti aspirasi rakyat secepatnya sesuai dengan amanah yang telah diberikan.

Di tempat yang berbeda, Pukul 15.00 Wit, di depan Gerbang Kampus Unipa, Solidaritas Mahasiswa melakukan aksi spontan yang cukup mengangetkan warga sekitar.

Koordinator lapangan, Rusmanuddin Kelkusa dalam orasinya menegaskan semua mahasiswa di Papua,  terutama Solidaritas Mahasiswa di Manokwari tidak akan tinggal  diam ataupun bungkam melihat penyiksaan sengit yang dilakukan oleh Aparat kepolisian dan Ormas-Ormas terhadap mahasiswa Papua baik di Ternate, Makassar,  Surabaya dan Jakarta.

“Solidaritas Mahasiswa Manokwaru mengecam keras tindakan aparat kepolisian dan Ormas-Ormas yang mengancam dan mengusir bahkan melakukan tindak kekerasan dan intimidasi kepada mahasiswa Papua yang sedang menuntut ilmu di luar daerah.

“Mereka disana bukan saja mahasiswa Papua tapi ada non Papua juga. Mereka melakukan tindakan  yang tidak pernah menghargai apa yang telah diamanatkan dalam Undang-undang Dasar Negara ini,” Tegas Rusman.

Rusman berjanji akan terus menyuarakan terus aksi  tersebut sampai Kapolri memberikan kepastian jaminan keamanan kepada mahasiswa Papua di luar daerah.(DY)

Pos terkait