Tingkatkan Kualitas Pelayanan Rohani, LP3KD Wondama Gelar Rangkaian Pelatihan dan Lomba

  • Whatsapp

WASIOR – Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Teluk Wondama menyelenggarakan pelatihan dan lomba untuk sejumlah kegiatan gerejani.

Ada 7 jenis pelatihan dan lomba yang digelar dalam rangka penyiapan sumber daya manusia (SDM) di lingkup gereja katolik Stasi Santo Laurensius Wasior. Yakni mazmur kategori anak, remaja dan dewasa, membaca Kitab Suci (Alkitab) kategori anak dan remaja, bertutur Kitab Suci kategori anak dan remaja dan paduan suara/koor untuk dewasa.

Juga cerdas cermat rohani (CCR) kategori anak dan remaja, dirigen untuk anak, remaja dan dewasa serta pelatihan alat musik.

Rangkaian kegiatan pelatihan dan lomba yang dijadwalkan berlangsung hingga November mendatang dibuka secara resmi oleh Asisten II Sekretariat Daerah Hermin Sesa Rinding di gedung gereja katolik Santo Laurensius Wasior, Sabtu (10/10/2020).

Hermin didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Teluk Wondama WL.Hasoloan Samosir dan Sekretaris Stasi Santo Laurensius Wasior Silvanus Surung.

“Maksud dan tujuan dari penyelenggaraan pelatihan dan lomba tersebut adalah menyiapkan generasi muda Katolik untuk aktif dalam pelayanan di gereja agar liturgi gereja katolik tetap terjaga, “ujar Ketua LP3KD Teluk Wondama Maria Kamerop.

Asisten II Hermin Sesa Rinding mengharapkan kegiatan pelatihan dan lomba itu dapat meningkatkan kualitas pelayanan rohani di lingkup gereja namun juga kualitas iman umat katolik khususnya para generasi muda katolik di Wondama. Dengan begitu diharapkan ke depan bisa membawa pengaruh positif terhadap pelaksanaan pembangunan di Teluk Wondama.

“Karena apabila umat di setiap agama menjadi kuat maka akan memperkuat Teluk ini. Tapi kalau umat rapuh maka jangan berharap kabupaten kita ini juga akan berjalan dengan baik, “ ucap Hermin saat memberikan sambutan.

Senada, Kepala Kantor Kemenag Teluk Wondama juga berharap ada nilai tambah yang didapat para peserta setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Harus ada perubahan sikap, prilaku dan tutur kata setelah mengikuti kegiatan ini. Dan yang terpenting adalah bagaimana mempraktikkan itu sehingga bukan nama kita yang dibanggakan tetapi nama Tuhan yang dipuji dan dimuliakan, “pesan Samosir.

Lantaran saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19, pelaksanaan pelatihan dan lomba dilakukan secara terbatas dalam rangka penerapan protokol kesehatan. (Nday)

Pos terkait