Siswi SMA 7 Tana Toraja Yang Tewas Disambar Petir Dimakamkan di Kampungnya

  • Whatsapp
Anak SMA 7 Tana Toraja Korban Tewas Disambar Petir di Bawah ke Kampungnya Untuk Dimakamkan.

KABARTIMUR TANA TORAJA–Ketiga Warga Bena’ Lembang Buakayu Kecamatan Bonggakaradeng yang meninggal dunia akibat disambar Petir ditengah sawah satu diantaranya di bawah ke kampungnya di Dusun Buttu Lemo Kampung Rando, Lembang Makkodo Kecamtan Simbuang Kamis, 05/04/2018, untuk acara Penguburan selanjutnya.

Ketiga Korban yang semuanya adalah sepupu sekali salah stunya adalah Supprianti Ittang (16) Kelas 11 IPA di SMA 7 Tana Toraja Kecamatan Bonggakaradeng, dijemput langsung oleh keluarga besarnya dari Makkodo Kecamatan Simbuang dimana kedua orang tua korban menetap.

Korban Supprianti Ittang tinggal bersama tantenya di Bena’ Lembang Buakayu sejak masuk SMA 7 Tana Toraja yang dulunya SMA 1 Bonggakaradeng. Supprianti Ittang tinggal serumah dengan Adelia Oyan Panggalo Kelas 2 di SMPN 2 Bongakaradeng, sementara Almidayanti Sulo adalah tetangganya yang juga masih sepupu sekali dengan Supprianti Ittang dan Adelia Oyan Panggalo.

Dua Korban selamat Merianti Kamali (kelas 12 IPS SMA 7 Tana Toraja) dan Aril Waldi Paliwanana menceritakan kalau sekitar Pukul 04.00 Wita, kami sudah mau pulang, tiba-tiba hujan keras. Sehingga kami berdiri berjejer lima orang disamping pondok untuk meminta kantong plastik tempat menyimpan HP ke nenek yang ada di dalam pondok, tapi nenek menjawab tidak ada, masukkan saja di tasnya nenek nanti di rumah baru di ambil.

Belum sempat HP dimasukkan ke tas nenek tiba-tiba petir sudah menyambar kami berlima dan ketiga sepupu saya sudah jatuh, sementara saya dua orang terlempar ke dalam kolom pondok, karena tinggi pondok dari tanah sekitar 1 meter. Beruntung kami dua orang tidak terlalu parah, hanya luka hitam di tangan dan kaki, jelas Merianti sedih saat diwawancara Kabartimur.Com di Rumah Duka.

Sementara Kepala Sekolah SMA 7 Tana Toraja Semuel Tangaran mengatakan “atas nama  Keluarga Besar SMA7 Tana Toraja, Turut Berduka Cita “dan sangat kehilangan atas anak kami yang sudah dipanggil Tuhan, kami sangat kaget setelah mendengar kalau anak kami Supprianti Ittang meninggal disamabar petir, kami merasakan apa yang dirasakan keluarga, karena kami adalah keluarga dari anak ini, jelas Semuel sambil meneteskan air mata. (titus)

Pos terkait