Salurkan 17 M Dana Hibah Keagamaan, Bupati Imburi Minta Pertanggungjawaban Tepat Waktu

  • Whatsapp

WASIOR – Pemkab Teluk Wondama resmi menyalurkan dana hibah keagamaan tahun anggaran 2020 sebesar Rp17 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) Rp10 miliar dan Dana Alokasi Umum (DAU) Rp7 miliar.

Penyaluran dana hibah keagamaan itu ditandai penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) oleh Bupati Bernadus Imburi bersama para tokoh agama, Kamis (9/7/2020) di Gedung Sasana Karya di Isei.

“Kami laporkan bahwa dana Otsus untuk fisik ada 24 kegiatan, untuk dana Otsus untuk operasional dan pembinaan keagaaman ada 25 kegiatan. Dari DAU untuk fisik, ada 6 kegiatan dan dari DAU juga untuk operasional dan pembinaan keagamaan ada 19 kegiatan.
Jadi keseluruhan dana Otsus yang dialokasikan Pemkab Wondama untuk bantuan keagamaan sebesar 10 miliar. Dan dari DAU dianggarkan oleh Pemkab Wondama untuk untuk tahun anggaran 2020 sebesar 7 miliar, “ papar Kepala Bagian Kesra Setda Teluk Wondama Max Mananian.

Bupati Imburi mengingatkan bahwa meski bersifat hibah, anggaran untuk bantuan keagamaan tetap harus dipertanggungjawabkan secara baik dan benar oleh setiap lembaga agama yang menerima.

“Kadang ada orang bilang begini, dana hibah itu dipakai saja. Saya mau kasih tahu bahwa tidak. Dipakai tapi pertanggungjawabannya harus ada. Jadi ini harus dipertanggungjawabkan sehingga kita semua enak. “ ujar Imburi.

Bupati juga menekankan laporan pertanggungjawaban (LPJ) dana hibah keagamaan agar disampaikan tepat waktu karena akan berpengaruh terhadap laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) secara keseluruhan.

Dia berharap semua pihak disiplin dalam menyampaikan LPJ keuangan Wondama sehingga Teluk Wondama bisa mempertahankan opini WTP (wajar tanpa pengecualian) dari BPK. Untuk diketahui, Kabupaten Teluk Wondama kembali mendapatkan opini WTP untuk LKPD tahun 2019 yang berarti mengulangi capaian yang sama tahun lalu.

“Wondama dapat WTP untuk kedua kali tahun ini. Itu tanda bahwa kita semua yang gunakan uang memperhatikan itu (LPJ). Ada keterlambatan sedikit, tapi itu yang (kegiatan) fisik. Saya percaya dari organisasi keagamaan pasti pertanggungjawabannya tepat waktu, “ ujar orang nomor satu Wondama ini.

Sebelumnya beberapa tokoh agama menyatakan dana hibah keagamaan itu akan dibelanjakan untuk pengadaan peralatan untuk penerapan protokol kesehatan pencegahan virus corona. (Nday)

Pos terkait