Lomba Bercerita Anak, Cara Dinas Perpustakaan Wondama Tanamkan Kecintaan Terhadap Budaya

  • Whatsapp

WASIOR – Kecintaan terhadap budaya dan tradisi perlu ditanamkan sejak dini. Salah satunya caranya melalui lomba bercerita tingkat SD seperti yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, Rabu (8/5).

Materi yang diperlombakan adalah cerita rakyat maupun hikayat juga sejarah tentang peradaban masa lalu orang asli Wondama. Salah satunya tentang legenda Kuri dan Pasai yang merupakan nenek moyang orang asli Wondama.

Lomba yang berlangsung di aula Iriati Beach Hotel di Wasior itu mengusung tema ‘Menumbuhkembangkan Kegemaran Membaca dan Kecintaan Terhadap Budaya Lokal dalam upaya Membangun Karakter, Kecerdasan dan Inovasi Generasi Muda Indonesia di Teluk Wondama Menuju Wondama EMAS’.

Panitia mengklaim lomba tersebut diikuti 100 peserta yang merupakan siswa SD dan Madrasah di kota Wasior dan sekitarnya.

“Lomba ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan budaya gemar membaca terutama buku cerita rakyat dan menanamkaan rasa cinta budaya bangsa dan pembangunan karakter generasi muda, “ ungkap Kabid Layanan Perpustakaan Yosep Kurube selaku ketua panitia.

Baca Juga :   Rapat Kerja Bupati Dimajukan ke Akhir Maret, Pemkab Wondama Siap Jadi Tuan Rumah

Melalui lomba bercerita diharapkan generasi muda Wondama dimulai sejak SD bisa mengetahui dan mengenal kebudayaan dan tradisi lokal yang merupakan bagian dari kekayaan budaya nasional.

“Harapan kami dengan lomba bercerita dapat meningkat sumber daya manusia dan pemahaman terhadap nilai-nilai budaya orang Wondama, “ demikian Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Maria Kamerop lewat sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Dinas Imelda Boli.

Asisten Sekda Bidang Kesejahteraan Rakyat Hermin Sesa Rinding sewaktu membuka kegiatan tersebut menilai lomba bercerita menjadi sarana yang tepat untuk merangsang anak-anak untuk gemar membaca terutama yang berkaitan dengan budaya dan tradisi.

Hermin mendorong Dinas Perpustakaan dan Arsip untuk terus membuat kreasi dan terobosan baru dalam rangka menumbuhkan minat baca masyarakat. Sebab menurutnya, perpustakaan menjadi salah satu indikator kemajuan pendidikan di suatu daerah.

Baca Juga :   Diumumkan Akhir Juli, Hasil CPNS 2018 Wondama Tak Bisa Capai Kuota 80 : 20

“Saya mengapresiasi lomba bercerita ini sebagai ajang untuk unjuk bakat anak-anak sekolah. Anak-anak Wondama harus terus semangat dan rajin belajar dan belajar, “ pesan Hermin yang juga pernah menjabat Kepala Dinas Perpustakaan Wondama. (Nday)

Pos terkait